Prediksi cuaca hari ini setelah hujan malam ke pagi

Bang Hendra
0

Hujan Lebat Mengguyur Jabodetabek, Wilayah Terdampak Banjir

Hujan deras telah mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Kamis malam hingga Jumat pagi ini, 19-20 Februari 2026. Kondisi cuaca ini menyebabkan banjir merebak di berbagai wilayah, baik di area permukiman maupun ruas jalan. Laporan debit sungai yang meningkat juga mulai bermunculan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek sejak Kamis malam pukul 19.30 WIB. Awalnya, peringatan tersebut berlaku untuk sebagian daerah pesisir utara di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi. Namun, potensi perluasan hujan lebat ke wilayah Jabodetabek lain di bagian utara terus dipantau.

Pukul 21.27, peringatan dini cuaca dari BMKG telah mencakup seluruh wilayah Jabodetabek. Beberapa kali diperbarui, potensi hujan sedang hingga lebat di seluruh wilayah Jabodetabek itu bertahan hingga pagi ini yang berlaku pukul 07.05 - 10.00.

Prakiraan Cuaca Harian oleh BMKG

Berdasarkan prakiraan cuaca harian, BMKG menyatakan bahwa wilayah-wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat akan mengalami hujan yang disertai petir pada hari ini. Sementara itu, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur hanya akan mengalami hujan ringan secara akumulatif sepanjang hari.

Untuk sekitaran Jakarta, prakiraan cuaca BMKG hari ini menyebutkan bahwa potensi hujan disertai petir hadir di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang serta Kota Tangerang Selatan. Sedangkan hujan di wilayah Kabupaten Bekasi dan Kota Depok tergolong hujan ringan. Selebihnya, wilayah tersebut disebutkan berawan.

BMKG meminta masyarakat Jakarta dan sekitarnya tetap waspada terhadap potensi hujan sedang-lebat hari ini dan juga besok, Sabtu 20 Februari 2026.

Penyebab Hujan Malam Tembus Pagi

Dalam analisis sebelumnya, BMKG telah mengungkap potensi hujan di masa libur Imlek dan awal Ramadan. Menurut BMKG, angin monsun Asia diprakirakan masih aktif dan cukup signifikan dalam memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut diperkuat dengan adanya seruak dingin dari Siberia (Surge) yang diprediksi signifikan. Penguatan juga bisa datang dari pengaruh sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudera Hindia sebelah barat daya Lampung, sebelah barat Aceh, di perairan barat Kalimantan Barat, dan di Samudra Pasifik sebelah utara Papua.

Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga diprediksi turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah. Pun dengan kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuator, dan Low Frequency. BMKG juga mengingatkan kondisi La Nina lemah yang masih bertahan.

Peneliti BRIN Ungkap Penguatan Angin dari Utara

Terpisah, dalam keterangan yang dibagikannya, peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Iklim Nasional (BRIN) Erma Yulihastin mengungkap adanya penguatan angin dari utara di balik cuaca hujan malam tembus pagi. Penguatan disebutkannya terjadi setelah tanggal 15 Februari lalu dan mengalami puncaknya bertepatan dengan masa awal Ramadan.

Penguatan itu, dikatakannya, berkaitan dengan fenomena cold surge atau seruak dingin yang sampai melewati daerah ekuator (CENS) dan diperparah dengan aktifnya Gelombang Rossby. Gelombang atmosferik itu sedang menjalar dari timur ke barat. "Karena itu kondisinya di wilayah selatan Indonesia, khususnya tenggara akan mengalami aktivitas banyak hujan kembali," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default