
Tindakan Israel di Masjid Al Aqsa Mengundang Kecaman
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau yang dikenal dengan HNW mengecam tindakan Israel yang dinilai melanggar berbagai kesepakatan internasional terkait status Masjid Al Aqsa sebagai situs suci umat Islam. Ia meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Otoritas Palestina segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan masjid tersebut dari ancaman pendudukan.
Peristiwa ini terjadi setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali melakukan penyerbuan terhadap kompleks Masjid Al Aqsa. Tindakan tersebut dinilai sangat provokatif karena dilakukan secara vulgar dan arogan, serta mengabaikan kesepakatan internasional yang telah disepakati oleh komunitas dunia.
HNW menyatakan bahwa tindakan para zionis tersebut jelas melanggar prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Menurutnya, Masjid Al Aqsa harus dilindungi sebagai warisan dan tempat ibadah umat Islam. Ia juga menyoroti resolusi UNESCO tahun 2016 yang menetapkan Masjid Al Aqsa sebagai situs suci Islam.
Selain itu, HNW menyinggung keputusan komisi internasional yang dibentuk Inggris pada 1930, yang menyatakan bahwa Tembok Barat merupakan bagian integral dari kawasan Haram al-Sharif atau Masjid Al Aqsa. Menurutnya, tindakan Ben-Gvir yang mengibarkan bendera Israel di kompleks tersebut jelas melanggar kesepakatan internasional tersebut.
HNW juga menegaskan bahwa kesepakatan Washington Declaration dan Perjanjian Wadi Araba 1994 mengakui peran Yordania dalam pengelolaan kompleks Masjid Al Aqsa melalui Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Yordania. Oleh karena itu, ia meminta OKI memperkuat langkah diplomatik bersama negara anggota dan komunitas internasional guna memastikan seluruh kesepakatan terkait status Masjid Al Aqsa tetap ditegakkan.
Menurut HNW, ini adalah pekerjaan rumah yang sangat besar dan mendesak harus diselesaikan oleh OKI bersama negara-negara anggotanya, termasuk Yordania yang memiliki kewenangan sebagai pengelola Masjid Al Aqsa.
Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran berulang terhadap hukum internasional berpotensi memperburuk situasi keamanan dan perdamaian di kawasan Palestina. Oleh karena itu, HNW mendorong Otoritas Palestina untuk memperkuat persatuan antarfaksi serta bekerja sama dengan OKI dan lembaga internasional untuk menjaga dan menyelamatkan Masjid Al Aqsa dari ancaman pendudukan Israel.
Langkah Konkret yang Diperlukan
Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa langkah penting perlu dilakukan:
- Koordinasi Internasional: OKI harus memperkuat hubungan dengan negara-negara anggota dan organisasi internasional seperti PBB dan UNESCO. Ini akan membantu memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam upaya perlindungan Masjid Al Aqsa.
- Peningkatan Kesadaran Global: Masyarakat internasional perlu lebih sadar akan pentingnya perlindungan situs suci seperti Masjid Al Aqsa. Edukasi dan kampanye bisa menjadi cara efektif untuk meningkatkan kesadaran ini.
- Diplomasi Aktif: OKI harus aktif dalam diplomasi dengan negara-negara yang memiliki pengaruh besar, seperti AS dan Eropa, agar mereka dapat memberikan tekanan pada Israel untuk menghentikan tindakan provokatifnya.
- Bantuan Teknis dan Finansial: Otoritas Palestina membutuhkan dukungan teknis dan finansial dari OKI dan organisasi internasional untuk memperkuat infrastruktur dan sistem pengelolaan Masjid Al Aqsa.
Masa Depan Masjid Al Aqsa
Masjid Al Aqsa tidak hanya memiliki makna spiritual bagi umat Islam, tetapi juga menjadi simbol perjuangan dan ketahanan. Perlindungan terhadap masjid ini adalah tanggung jawab bersama seluruh dunia. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen yang jelas, harapan untuk menjaga keamanan dan kedamaian di kawasan Palestina dapat tercapai.
HNW berharap bahwa langkah-langkah yang diambil oleh OKI dan Otoritas Palestina dapat memberikan dampak nyata dalam melindungi Masjid Al Aqsa dari ancaman yang terus-menerus datang. Dengan kerja sama yang baik, harapan untuk keadilan dan perdamaian di kawasan ini bisa menjadi kenyataan.