
Peringatan Cuaca Maritim Ekstrem di Perairan Bali
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca maritim ekstrem di perairan Bali pada periode 7–10 Februari 2026. Peringatan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap prakiraan peningkatan kecepatan angin yang berpotensi mencapai 35 knot serta gelombang laut setinggi 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan.
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa kondisi angin dan gelombang laut tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan bagi nelayan maupun operator transportasi laut dalam menghadapi situasi ini.
Prakiraan Kecepatan Angin dan Gelombang Laut
BBMKG Denpasar memperkirakan bahwa angin di perairan utara Bali akan bertiup dari barat hingga barat laut dengan kecepatan maksimal mencapai 35 knot atau sekitar 64 kilometer per jam. Sementara itu, di perairan selatan Bali, angin bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan hingga 30 knot atau sekitar 55 kilometer per jam.
Dampak dari kondisi ini adalah kemungkinan terjadinya gelombang laut setinggi 2,5 meter di beberapa area penting seperti Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, perairan selatan dan utara Bali, serta Selat Lombok baik di bagian utara maupun selatan.
Imbauan Khusus untuk Operator Transportasi Laut
BBMKG juga memberikan imbauan khusus kepada pelaku transportasi laut. Operator kapal feri diminta waspada saat kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang hingga 2,5 meter. Sementara itu, operator kapal tongkang perlu berhati-hati saat angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter.
Selain itu, pengguna perahu nelayan diimbau mewaspadai kondisi angin di atas 15 knot dan gelombang yang mencapai 1,25 meter. Hal ini menjadi penting untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasi di perairan Bali.
Pemantauan dan Tindakan Pencegahan
BBMKG Wilayah III Denpasar terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca maritim di wilayah Bali. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan semua pihak terkait dapat segera mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
Peningkatan kewaspadaan ini sangat penting mengingat potensi bahaya yang bisa terjadi akibat cuaca ekstrem. Dengan informasi yang diberikan oleh BBMKG, diharapkan para nelayan dan operator transportasi laut dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kesimpulan
Peringatan dari BBMKG Wilayah III Denpasar tentang potensi cuaca maritim ekstrem di perairan Bali merupakan langkah penting dalam upaya menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas di laut. Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat dan pelaku usaha di bidang maritim dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi.