
Aksi Penganiayaan dan Pengeroyokan di Depan Gold Dragon Palembang
Beberapa waktu lalu, terjadi aksi penganiayaan dan pengeroyokan di depan tempat hiburan malam Gold Dragon yang berlokasi di Jalan R Sukamto, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang. Kejadian ini menimpa dua korban yang melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang.
Korban Pertama: Pedrosa Dinata (17)
Korban pertama, Pedrosa Dinata (17), warga Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Ia mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari senggolan dengan salah satu terlapor di dalam gedung Gold Dragon. Setelah keluar dari lokasi, ia dipanggil oleh salah satu dari tiga terlapor yang masih dalam penyelidikan.
“Awalnya senggolan di dalam. Saat saya keluar, saya dipanggil oleh salah satu terlapor,” kata Pedrosa kepada petugas SPKT.
Saat korban mendekat dengan maksud menyelesaikan masalah, ia justru dipukul dari belakang dan kemudian dikeroyok oleh tiga orang. Salah satu pelaku bahkan mengeluarkan airsoft gun dan menembak korban di bagian dada. Akibat kejadian tersebut, Pedrosa mengalami luka pecah hidung, lebam di bagian kening, serta luka lecet di dada akibat tembakan airsoft gun. Peristiwa itu akhirnya dilerai oleh pengunjung lain.
“Saya tidak terima dan berharap pelaku segera ditangkap,” ujarnya.
Korban Kedua: M Nabil Alhafis (21)
Di lokasi yang sama, korban kedua, M Nabil Alhafis (21), warga Dusun III Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), juga melaporkan aksi penganiayaan dan pengeroyokan yang dialaminya pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Nabil menjelaskan, kejadian berawal dari salah paham dengan terlapor. Saat hendak pulang menuju area parkir, ia tiba-tiba diserang oleh sejumlah pelaku.
“Awalnya salah paham, lalu berujung penganiayaan dan pengeroyokan. Pelakunya ramai,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami jari kelingking terkilir, lebam di punggung, serta bibir pecah. Ia berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku karena dinilai meresahkan masyarakat.
Penanganan Oleh Polrestabes Palembang
Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Hendra membenarkan adanya dua laporan penganiayaan dan pengeroyokan di lokasi yang sama. “Laporan sudah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Pidum untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan penangkapan pelaku,” tutupnya.
Peristiwa Berulang di Lokasi yang Sama
Peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di depan Gold Dragon Palembang menunjukkan bahwa keamanan di sekitar tempat hiburan malam tersebut perlu diperhatikan lebih serius. Dua kejadian yang terjadi dalam waktu yang berbeda menunjukkan potensi ancaman bagi pengunjung dan masyarakat sekitar.
Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat laporan-laporan serupa yang mencerminkan tingkat keamanan yang kurang optimal di wilayah tersebut. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan diri mereka sendiri saat berada di tempat-tempat umum.
Langkah yang Diperlukan
Untuk menghindari terulangnya kejadian serupa, diperlukan langkah-langkah preventif yang lebih ketat. Pihak kepolisian harus meningkatkan patroli di sekitar area tersebut dan memastikan keberadaan petugas yang dapat segera menangani situasi darurat. Selain itu, pengelola tempat hiburan juga perlu bekerja sama dengan pihak berwajib untuk memastikan keamanan pengunjung.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah terpicu emosi dalam situasi yang bisa memicu konflik. Jika terjadi kejadian yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib agar dapat segera ditangani.