Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, DRMA Hadirkan Sistem Penyimpanan Energi Baterai

Bang Hendra
0


Sebagai bentuk komitmen untuk mendukung percepatan transisi energi nasional, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) sedang mengembangkan infrastruktur fast charging station untuk kendaraan listrik dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi.

Langkah ini diambil sebagai wujud dukungan DRMA terhadap kebijakan pemerintah dalam mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik serta mengurangi ketergantungan pada impor.

“Kami berkomitmen untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui pengembangan infrastruktur seperti fast charging station yang memiliki kandungan lokal tinggi,” ujar Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, dalam pernyataan resmi.

Saat ini, pengembangan fast charging station dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi menjadi bagian dari strategi DRMA untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas, efisiensi waktu pengisian daya, serta kenyamanan pengguna kendaraan listrik roda dua.

Dalam rangka memperkenalkan inovasi tersebut, DRMA turut serta dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Di sana, emiten ini memperkenalkan Battery Energy Storage System yang terintegrasi dengan charging station buatan sendiri.

Selain itu, DRMA juga aktif dalam mendorong percepatan konversi kendaraan roda dua dari mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) menjadi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Inisiatif ini sesuai dengan karakteristik pasar otomotif Indonesia.

Dalam hal ini, DRMA menyediakan layanan konversi kendaraan roda dua ICE menjadi EV sebagai salah satu segmen dalam ekosistem terintegrasi Dharma Connect, DC Cross.

Inisiatif-inisiatif DRMA tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam menurunkan emisi karbon, mempercepat adopsi kendaraan listrik, serta membangun ekosistem industri yang berkelanjutan di Indonesia.

Berkat konsistensi dalam inovasi dan diversifikasi yang telah dijalankan, DRMA berada dalam posisi kuat untuk merealisasikan peluang pertumbuhan pada 2025. Dengan tren positif yang ada, DRMA tetap optimis bahwa target penjualan sebesar Rp 6 triliun akan tercapai sepenuhnya.

“Peluang pertumbuhan ini akan didorong oleh stabilitas di segmen roda dua dan roda empat, serta kontribusi dari lini bisnis kendaraan listrik dan sektor non-otomotif yang kian ekspansif,” tambah Irianto.


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default