
Sejumlah informasi yang muncul dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pernah menjadi juri dalam kontes model remaja pada tahun 1991. Kontes tersebut mengundang para gadis berusia sekitar 14 tahun untuk tampil. Informasi ini kini viral di media sosial, memicu banyak spekulasi dan pertanyaan tentang hubungan antara Trump dengan para peserta kontes tersebut.
Beberapa sumber melaporkan bahwa kontes bernama "Look of the Year" Elite Modeling tahun 1991, yang disebut sebagai ajang pencarian bakat model remaja, ternyata memiliki latar belakang yang lebih kompleks. Surat kabar The Guardian menemukan bahwa kompetisi ini digunakan sebagai kedok oleh para jutawan untuk melakukan hubungan dengan para peserta. Hal ini diunggah oleh akun X @Eng_china5, yang kemudian dibagikan kembali oleh banyak pengguna media sosial.
Dalam sebuah video yang mulai beredar setelah pembawa acara podcast "Meidas Touch", Ben Meiselas, membagikannya dalam unggahan tanggal 18 Juli di X, Trump terlihat duduk di meja bersama para juri lainnya. Mereka mencatat dan mengajukan pertanyaan kepada para model, serta memberi instruksi tentang cara berpose. Video ini menjadi bukti bahwa Trump pernah hadir dalam acara tersebut, meskipun tidak ada bukti langsung yang menunjukkan tindakan tidak wajar darinya.
Elite Modeling Management, yang telah menyelenggarakan kompetisi modeling Elite Model Look sejak tahun 1983, kini menjadi objek pengawasan ketat. Pada 2020, banyak tuduhan pelecehan seksual muncul, termasuk dugaan bahwa pendiri Elite Modeling, John Casablancas, menggunakan kompetisi ini untuk mengeksploitasi model remaja. Meski demikian, Trump sendiri belum didakwa, dan tidak ada tuduhan serupa yang dilayangkan terhadapnya.
Dalam wawancara pada 2005 dengan pembawa acara radio Howard Stern, Trump mengakui bahwa ia masuk ke ruang ganti para kontestan sebelum kompetisi. Ia mengklaim sedang memeriksa para kontestan. "Dan Anda melihat wanita-wanita yang tampak luar biasa. Saya bisa lolos dari hal-hal seperti itu," ujarnya.
Namun, Trump semakin marah terhadap skandal ini dan menyebutnya sebagai hoaks. Ia juga menuding beberapa pendukungnya sendiri sebagai orang lemah karena menuntut lebih banyak informasi dari penyelidikan federal terhadap Epstein. Setelah laporan Wall Street Journal yang menuduh Trump mengirimkan kartu ulang tahun ke-50 kepada Epstein, presiden menggugat pemilik Journal, taipan media konservatif Rupert Murdoch, atas pencemaran nama baik, dengan mengklaim surat itu palsu.
Meski begitu, banyak media berita kini kembali mengungkit hubungan Trump yang sebelumnya diketahui dengan Epstein. Epstein didakwa melakukan perdagangan seks anak di bawah umur, tetapi meninggal karena bunuh diri selama masa jabatan pertama Trump. Kini, isu-isu ini kembali muncul, memicu kritik terhadap Trump dan mengingatkan publik akan potensi keterlibatan politik dan bisnis yang tidak etis.