
Kembali ke Tanah Air, Harapan Baru bagi Norida dan Anak-Anaknya
Norida Akmal Ayob, seorang perempuan asal Malaysia, akhirnya kembali ke tanah air setelah menjalani perjalanan panjang dan penuh tantangan. Ia dipulangkan usai menikahi seorang warga negara Indonesia (WNI). Peristiwa ini menjadi cerita yang menyentuh hati banyak orang, terutama karena kisah hidup Norida yang penuh dengan perjuangan.
Norida meninggalkan kampung halamannya di Malaysia 18 tahun lalu untuk mengikuti cinta dan janji hidup bersama suaminya. Namun, takdir tidak selalu berpihak pada cinta. Pernikahannya tidak bertahan lama, dan suaminya memilih menikah lagi, meninggalkan Norida sendirian dengan dua anak yang harus ia rawat seorang diri.
Dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas, Norida bekerja sebagai petugas kebersihan untuk menafkahi diri dan anak-anaknya. Anak-anaknya tumbuh dalam situasi yang serba kekurangan, termasuk pendidikan yang sempat terhenti karena keterbatasan biaya. Norida memiliki dua anak: Nur Fateen Akmadiana, yang lahir di Malaysia dan memiliki status warga negara Malaysia, serta Muhamad Sabani Daniel, yang lahir di Indonesia dan memiliki status warga negara Indonesia.
Sebelumnya, Norida tinggal di Lombok bersama anak perempuannya, sementara anak laki-lakinya tinggal di Indonesia. Perbedaan kewarganegaraan membuat proses administrasi dan repatriasi Norida menjadi lebih rumit. Kabar pilu tentang nasib Norida akhirnya sampai ke keluarga besar di Kampung Bukit Sapi, Lenggong, Malaysia. Mereka kemudian memberitahu kondisi Norida kepada Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah, yang juga anggota parlemen Lenggong.
Shamsul merasa prihatin atas nasib Norida dan segera menindaklanjuti masalah ini dengan melakukan koordinasi lintas negara. Proses repatriasi melibatkan kerja sama antara Wisma Putra, Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, Departemen Imigrasi Malaysia, serta otoritas imigrasi Indonesia.
Setelah perjuangan panjang dan perjalanan yang melelahkan, akhirnya Norida dan anak-anaknya berhasil kembali ke Malaysia. "Saya telah mengirimkan petugas saya yang dipimpin oleh Dazma Shah Daud ke Lombok, Indonesia, bersama dengan Sekretaris Pribadi saya ke Lombok untuk repatriasi," kata Shamsul. "Alhamdulillah, mereka sekarang sudah kembali ke Tanah Air dengan selamat," tambahnya.
Kepulangan Norida bukan hanya sekadar kembali ke tanah air, tetapi juga membawa harapan baru untuk memulai kehidupan yang lebih layak. Kisah Norida menjadi pengingat bahwa di balik angka dan kebijakan migrasi, ada wajah manusia dengan cerita, harapan, dan perjuangan yang nyata.
Bagi Norida, rumah bukan hanya soal tanah dan bangunan, tetapi tentang rasa aman, perhatian keluarga, dan kesempatan untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.