
Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis HAM di Jakarta Pusat
Seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) di Jakarta Pusat menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada malam hari. Peristiwa ini menarik perhatian publik dan mengundang berbagai komentar dari tokoh masyarakat, termasuk mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.
Kasus Penyiraman Air Keras yang Menghebohkan
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, menjadi korban serangan tersebut. Kejadian terjadi pada Kamis malam di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat. Dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor diduga Honda Beat keluaran 2016–2021 mendekati korban dari arah berlawanan.
Menurut laporan, salah satu pelaku menyiramkan cairan yang diduga air keras ke wajah Andrie Yunus. Akibatnya, korban mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.
Penilaian dari Mantan Penyidik KPK
Novel Baswedan, mantan penyidik senior KPK, menilai serangan ini sangat mungkin merupakan upaya pembunuhan yang terorganisasi. Ia melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan dua pria melakukan penyiraman terhadap Andrie Yunus.
Dari rekaman tersebut, ia menilai tindakan para pelaku tidak dilakukan secara spontan, melainkan memiliki pola yang menunjukkan perencanaan dan koordinasi. “Pelakunya tidak sekadar satu motor berdua begitu saja. Saya yakin ini terorganisir,” ujarnya dalam konferensi pers.
Novel juga menambahkan bahwa jika tidak sampai menimbulkan kematian, serangan tersebut paling tidak bertujuan menyebabkan cacat permanen pada korban. “Serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. Kenapa? Pelakunya ini menyiram air keras di area muka. Kalau area muka kena air keras, kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal,” katanya.
Ciri-ciri Pelaku yang Ditentukan
Berdasarkan informasi yang diperoleh, ciri-ciri pelaku adalah sebagai berikut:
- Pengendara motor: mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap diduga berbahan jeans, dan helm hitam.
- Pembonceng: mengenakan penutup wajah seperti buff hitam, kaus biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat.
Penyelidikan oleh Polisi
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Kapolda Polda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, menyatakan bahwa anggota mereka masih bekerja untuk mengungkap pelaku. “Masih dilakukan pendalaman, anggota kami masih bekerja. Doakan saja bisa segera terungkap,” kata Asep saat meninjau arus mudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur.
Profil dan Riwayat Aktivis KontraS
Nama Andrie Yunus dikenal luas sebagai aktivis HAM di Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, organisasi masyarakat sipil yang fokus pada isu pelanggaran HAM dan reformasi sektor keamanan.
Andrie lulus dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera pada 2020 dengan skripsi tentang peran paralegal dalam mewujudkan persamaan di hadapan hukum. Ia pernah bekerja di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta pada 2019–2022 sebagai advokat.
Sejak bergabung dengan KontraS pada 2022, Andrie aktif menyuarakan berbagai isu seperti reformasi sektor keamanan, perlindungan korban pelanggaran HAM, kebebasan sipil, dan advokasi masyarakat. Ia juga pernah menjadi sorotan publik pada 2025 setelah bersama aktivis masyarakat sipil mendatangi rapat pembahasan revisi Undang-Undang TNI yang berlangsung tertutup di sebuah hotel di Jakarta.
Selain itu, Andrie pernah hadir sebagai saksi dalam sidang uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi.