
Festival Ramadan 1447 Hijriah di Nunukan: Lomba Beduk Sahur Menarik Ribuan Peserta
Pada malam Sabtu (14/3/2026), ribuan warga Nunukan, provinsi Kalimantan Utara, memadati berbagai titik kota untuk menghadiri lomba beduk sahur dalam rangka Festival Ramadan 1447 Hijriah. Acara ini menjadi momen penting dalam merayakan tradisi dan budaya lokal yang kaya akan nilai religius.
Bupati Nunukan, H Irwan Sabri, secara langsung melepas sebanyak 570 peserta dari berbagai kelompok masyarakat yang ikut serta dalam lomba beduk sahur. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan bersama Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
Peserta beduk sahur melakukan pawai mulai dari Jalan Bahari (Tanah Merah) menuju kawasan Tugu Dwikora di Jalan RE Martadinata atau Alun-Alun Nunukan. Jalannya pawai disaksikan oleh banyak warga yang antusias, mencerminkan semangat kebersamaan dan cinta terhadap tradisi budaya setempat.
Acara ditutup oleh Pj Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa Festival Beduk Sahur bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Festival Beduk Sahur ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya partisipasi peserta serta antusiasme masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat Nunukan.
“Ia merasa bangga melihat antusiasme para peserta dan masyarakat yang begitu besar dalam mengikuti serta menyaksikan kegiatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan, kreativitas generasi muda, serta kecintaan terhadap tradisi dan budaya daerah masih terjaga dengan baik,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar tradisi budaya yang sarat nilai religius tersebut tetap hidup di tengah masyarakat.
“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus kita lestarikan dan kembangkan pada masa yang akan datang, sehingga tradisi yang sarat nilai budaya dan keagamaan ini tetap hidup di tengah generasi muda,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Festival Beduk Sahur merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Festival Beduk Sahur ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Nunukan,” katanya.
Di akhir sambutannya, ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih meriah pada tahun-tahun mendatang.
“InsyaAllah kita dapat kembali bertemu pada Festival Beduk Sahur tahun depan dengan semangat yang lebih meriah, kreativitas yang lebih baik, serta partisipasi masyarakat yang semakin luas,” tuturnya.
Adapun pengumuman pemenang lomba pawai Beduk Sahur dijadwalkan akan dilaksanakan pada malam 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan kegiatan pawai takbiran di Kabupaten Nunukan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Wakil Ketua II DPRD Nunukan Hj Andi Maryati, Dandim 0911/Nunukan Letkol Inf Tony Prasetyo, Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana, Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas.