
Event Night Race Dragbike 2026 di Samarinda
Event Night Race Dragbike 2026 yang digelar di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, menjadi salah satu ajang balap motor terbesar yang pernah diadakan di kota tersebut. Acara ini berlangsung pada Jumat (13/3/2026) malam hingga Sabtu (14/3/2026) dini hari dan diikuti oleh sekitar 500 pembalap dalam 12 kelas perlombaan.
Antusiasme tinggi dari para penggemar otomotif menjadikan acara ini sebagai wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan hobinya secara resmi dan aman. Selain itu, event ini juga bertujuan untuk menekan maraknya kegiatan balap liar yang sering terjadi, terutama selama bulan Ramadan.
Kapolresta Samarinda, Kombespol Hendri Umar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan lomba tersebut ditujukan sebagai alternatif bagi pemuda agar dapat menyalurkan hobi balap motor mereka secara legal dan terorganisir. Menurutnya, kegiatan balap liar tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga berisiko bagi pengguna jalan lainnya karena biasanya dilakukan di lokasi yang tidak memiliki standar keselamatan.
Kolaborasi dengan IMI Samarinda
Dalam penyelenggaraannya, Polresta Samarinda bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Samarinda untuk memantau dan membina pembalap muda yang memiliki potensi menjadi atlet. Kombespol Hendri Umar menjelaskan bahwa jika peserta menjuarai lomba ini, mereka akan dipantau oleh IMI untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.
“Kalau misalnya mereka juara di sini, nanti bisa dimonitor oleh IMI untuk dilakukan pembinaan sehingga benar-benar bisa menjadi atlet balap motor yang membanggakan Kota Samarinda maupun Kalimantan Timur,” katanya.
Jumlah peserta pada Night Race Dragbike tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu diikuti sekitar 400 peserta, kali ini jumlahnya mencapai 500 pembalap yang berlaga dalam 12 kelas yang dipertandingkan. Hal ini menunjukkan antusiasme yang semakin besar dari masyarakat terhadap ajang balap motor resmi.
Keselamatan dan Keamanan
Selain antusiasme peserta, pihak kepolisian juga memastikan seluruh aspek keselamatan menjadi perhatian utama selama perlombaan berlangsung. Mulai dari pengecekan kondisi lintasan hingga pemasangan pagar pembatas bagi penonton dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan.
Kapolresta juga menegaskan bahwa ajang tersebut murni merupakan kegiatan olahraga dan tidak boleh dimanfaatkan untuk praktik perjudian. Ia mengimbau kepada semua pihak agar tidak melakukan praktik taruhan atau perjudian selama acara berlangsung.
Tindakan Tegas untuk Penyelenggaraan Aman
Pihak kepolisian telah menurunkan personel dari berbagai satuan untuk melakukan pengawasan selama kegiatan berlangsung. Jika ditemukan praktik taruhan atau perjudian, aparat tidak akan segan mengambil tindakan tegas.
“Kami sudah sebar anggota opsnal dari Reskrim hingga Resnarkoba dan polsek jajaran. Jika ada yang menemukan praktik perjudian, langsung laporkan ke petugas terdekat. Langsung kami amankan jika kedapatan,” tutupnya.