
Kehidupan Davon Arjunaidi: Dari Jalur Kedokteran ke Ajang Olahraga Internasional
Davon Arjunaidi, seorang mahasiswa asal Indonesia, kini menjadi sorotan setelah memutuskan meninggalkan jalur pendidikan kedokteran untuk mengejar passion-nya. Keputusan besar itu kini membawanya ke DePaul University, sebuah universitas ternama di Amerika Serikat, tempat ia tidak hanya menempuh studi tetapi juga menggagas ajang olahraga internasional bagi diaspora Indonesia.
Perjalanan Awal dan Pemilihan Jalur Baru
Perjalanan Davon dimulai setelah lulus dari SMAK 6 Penabur. Awalnya, ia mengikuti keinginan orang tua dengan masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada 2024. Namun, keputusan tersebut tidak bertahan lama. Setelah menjalani masa orientasi selama tiga hari, Davon memutuskan untuk mundur karena merasa bahwa jalan yang dipilih bukanlah pilihan hidupnya sendiri.
“Setelah tiga hari ikut OSPEK, saya memutuskan keluar karena saya merasa itu bukan pilihan hidup saya, melainkan keinginan orang tua,” ujarnya.
Keputusan ini menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia kemudian memutuskan untuk mengejar minat di bidang keuangan dan mencari peluang untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat melalui jalur beasiswa. Davon mengikuti ujian SAT dan mempersiapkan diri dalam waktu yang tidak singkat. Usahanya membuahkan hasil ketika ia dinyatakan lolos dan mendapatkan beasiswa untuk jurusan Finance di DePaul University.
Menjajaki Peluang di Amerika Serikat
Pada 2024, Davon berangkat ke Chicago dan memulai kehidupan baru yang jauh berbeda dari Indonesia. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai kesempatan terakhir untuk menentukan masa depan sekaligus membuktikan kemampuannya kepada orang tua.
“Kesempatan menjadi dokter sudah saya tinggalkan. Jadi ini kesempatan terakhir saya untuk menuntut ilmu sesuai pilihan saya,” ucapnya.
Di tengah kesibukan kuliah, Davon justru melahirkan gagasan besar. Ia melihat Chicago sebagai salah satu pusat keuangan utama di Amerika Serikat, sekaligus tempat strategis untuk membangun jejaring dan komunitas. Dari sana, muncul ide untuk menyatukan diaspora Indonesia melalui ajang olahraga berskala internasional.
Indonesia American Games (IAG) 2026
Gagasan tersebut diwujudkan dalam bentuk Indonesia American Games (IAG) 2026, sebuah ajang olahraga lintas negara bagian yang akan digelar di Chicago pada 19–21 Juni 2026. Ajang ini akan menyatukan diaspora dan mahasiswa Indonesia dari 24 state di Amerika Serikat.
Ajang tersebut akan mempertandingkan delapan cabang olahraga, mulai dari atletik, bulu tangkis, catur, bola voli, mini soccer, pickleball, basket, hingga tenis. Untuk merealisasikan rencana itu, Davon telah mengantongi dukungan resmi dari Komite Olimpiade Indonesia.
“Saya mendapatkan support letter dari NOC Indonesia untuk mengadakan acara ini di Amerika,” katanya.
Tujuan dan Harapan Masa Depan
Davon menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antar diaspora Indonesia di luar negeri. IAG 2026 juga diharapkan mampu melahirkan bibit atlet muda yang berpotensi melangkah ke ajang dunia seperti Olimpiade 2028.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga membuka peluang bagi relawan maupun peserta untuk mendapatkan akses beasiswa melalui jaringan National Olympic Committee internasional.
“Supporter letter menjadi salah satu prosedur untuk mengikuti program beasiswa yang akan dikeluarkan NOC Dunia melalui NOC Indonesia,” tuturnya.
Ke depan, Davon berencana menjadikan Indonesia American Games sebagai agenda tahunan yang akan berpindah kota di berbagai negara bagian Amerika Serikat. Sebagai mahasiswa yang masih berada di awal masa kuliah, Davon berharap ajang ini dapat menjadi simbol kebersamaan diaspora sekaligus bukti bahwa anak muda Indonesia mampu berkiprah di tingkat internasional.
“Kami meminta doa kepada seluruh warga Indonesia supaya kegiatan ini berjalan lancar dan sesuai rencana,” tandasnya.