Malam Ke-15 Ramadan: Perbedaan dalam Sholat Witir dan Doa Qunut
Malam ke-15 Ramadan, yang jatuh pada hari Rabu, 4 Maret 2026, menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Malam ini menandai pertengahan bulan suci Ramadan, sehingga menjadi titik peralihan dari separuh awal ke separuh akhir bulan puasa. Pada malam ini, umat Muslim akan melaksanakan sholat tarawih dan witir dengan beberapa perbedaan dalam bacaan doa.
Pembacaan Doa Qunut dalam Salat Witir
Dalam mazhab Syafi’i, doa qunut dalam salat witir dianjurkan dibaca pada separuh terakhir Ramadan, khususnya di rakaat terakhir setelah ruku (saat i’tidal). Hal ini berdasarkan penjelasan para ulama seperti Imam asy-Syafi’i, Imam an-Nawawi, dan Imam al-Baihaqi. Menurut kitab Ma’rifatus Sunan wal Atsar karya Imam al-Baihaqi, doa qunut harus dibaca setelah ruku atau pada saat i’tidal sebelum melakukan sujud.
Doa qunut juga dikonfirmasi oleh Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar bahwa ulama madzhab Syafi’i menganjurkan pembacaan doa qunut saat witir dilakukan di separuh terakhir bulan Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa doa qunut memiliki makna penting dalam memohon perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT.
Riwayat tentang Doa Qunut
Dalam buku Fiqih Sunnah Jilid I karya Sayyid Sabiq, ada riwayat dari Abu Dawud yang menyebutkan bahwa Umar bin Khatab pernah mengumpulkan umat Muslim untuk mengerjakan salat yang bermakmum kepada Ubai bin Ka'ab. Selama dua puluh malam, Ubai tidak membaca doa Qunut kecuali pada separuh terakhir bulan Ramadan.
Selain itu, Muhammad bin Nashr pernah bertanya kepada Saad bin Jubair tentang situasi ketika Umar bin Khatab mengutus pasukan muslimin dalam kondisi sulit. Umar merasa khawatir dan akhirnya membaca doa Qunut pada separuh waktu yang terakhir bulan Ramadan.
Bacaan Doa Qunut Witir
Bacaan doa qunut saat salat witir tidak berbeda dengan bacaan biasanya. Berikut adalah teks lengkap doa qunut witir:
Allahummahdinâ fî man hadait. Wa ‘âfinâ fî man ‘âfait. Wa tawallanâ fî man tawallait. Wa bâriklanâ fî mâ a‘thait. Wa qinâ syarra mâ qadhait. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik. Wa innahû lâ yazillu man wâlait. Wa lâ ya‘izzu man ‘âdait.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan.”
“Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan.”
“Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”
Perbedaan dalam Sholat di Separuh Akhir Ramadan
Pada malam ke-15 Ramadan, umat Muslim termasuk yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) telah memasuki hari ke-14 puasa. Artinya, malam nanti akan menjadi malam pertama mereka melaksanakan sholat tarawih dan witir hari ke-15. Di sini, perbedaan dalam sholat dan bacaan doa menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama dalam pembacaan doa qunut.
Kesimpulan
Malam ke-15 Ramadan menjadi momen penting dalam perjalanan puasa. Dengan memasuki separuh akhir bulan, umat Muslim dianjurkan untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah, termasuk dalam pembacaan doa qunut saat salat witir. Dengan memahami dan mengamalkan doa ini, umat Muslim dapat memohon perlindungan, petunjuk, dan keberkahan dari Allah SWT.