Hana Saraswati Menyerah Setelah Mata Batinnya Terbuka untuk Film: Aku Gak Kuat

Bang Hendra
0
Hana Saraswati Menyerah Setelah Mata Batinnya Terbuka untuk Film: Aku Gak Kuat

Pengalaman Mengerikan Hana Saraswati Saat Membuka Mata Batin

Seorang aktor atau aktris sering kali mengambil risiko besar demi menampilkan peran yang sempurna. Hal ini juga dialami oleh Hana Saraswati, bintang sinetron dan film yang kini menjadi sorotan setelah pengalamannya membuka mata batin untuk memerankan tokoh dalam film horor terbaru.

Film berjudul "Aku Harus Mati" yang disutradai oleh Hestu Saputra menjadi salah satu proyek terbesar Hana dalam beberapa tahun terakhir. Dalam film tersebut, ia memerankan tokoh Mala, seorang wanita yang terjebak dalam utang parah hingga akhirnya bisa melihat makhluk halus setelah mata batinnya dibuka.

Untuk mendalami karakternya, Hana nekat melakukan prosesi pembukaan mata batin secara sungguhan. Ia mengatakan bahwa keputusan itu diambil karena tuntutan peran sebagai Mala. "Itu adegan dan hal yang mengesankan buat aku untuk dibuka mata batinnya. Kenapa mau? Semua demi tuntutan peran aku sebagai Mala," ujarnya saat ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026) malam.

Setahun Menderita di Bawah Teror Makhluk Astral

Sayangnya, keputusan itu berujung pada penderitaan panjang bagi Hana. Setelah syuting selesai, kemampuan indra keenamnya tidak hilang begitu saja. Ia memilih membiarkan mata batinnya tetap terbuka selama satu tahun, yang membuat hidupnya berubah menjadi mimpi buruk yang tidak tenang.

Hana menjelaskan bahwa prosesi tersebut dilakukan dengan bimbingan ahli agar tidak terjadi kesalahan fatal. "Kita ada konsul dulu ke pakarnya kita ritual sesuai agar tidak ada kesalahan penyampaian. Tapi setelah itu, mata batinku tetap dibuka," katanya.

Namun, kenyataan hidup dengan mata batin terbuka jauh lebih menakutkan dari yang ia bayangkan. Kehidupan sehari-harinya menjadi tidak nyaman dan penuh ketakutan. "Jujur kehidupanku jadi gak nyaman dan menakutkan setelah syuting. Setahun aku bertahan," tambahnya dengan nada serius.

Sensitif terhadap Keberadaan Makhluk Ghaib

Hana menyadari bahwa dirinya menjadi sangat sensitif terhadap keberadaan makhluk ghaib di sekelilingnya. Pandangannya sering terganggu oleh bayangan-bayangan mengerikan yang muncul secara tiba-tiba. "Setelah film itu aku sangat terganggu karena dibuka mata batinnya. Ada pandangan yang mengganggu aku lah. Kadang dibagian bawah pandangan aku suka lihat bayangan, mengerikan pokoknya dan aku gak kuat," jelasnya.

Rasa takut yang terus menerus menderanya membuat Hana akhirnya menyerah. Ia tidak kuat lagi menanggung beban tersebut dan memutuskan untuk menutup kembali mata batinnya agar bisa kembali hidup normal dan tenang.

Pesan Moral: Jauhi Utang dan Pinjol Demi Gengsi

Di luar pengalaman horor pribadinya, Hana Saraswati menyelipkan pesan moral penting melalui film "Aku Harus Mati". Ia menyoroti fenomena masyarakat modern yang kerap terjebak utang dan Pinjaman Online (Pinjol) demi mengejar validasi sosial dan menaikkan status gengsi.

Menurut Hana, ketenangan batin jauh lebih berharga daripada pengakuan dari orang lain melalui jalur instan. "Yang paling penting kan di sini kita ketenangan batinnya ya, bukan apa ya, bukan validasinya gitu. Apa juga sih fungsinya validasi sebenarnya? Menurut aku tidak ada orang yang bisa sukses dengan kilat," ujarnya.

Ia mengingatkan bahaya tersembunyi di balik kemudahan berutang yang bisa berdampak buruk di masa depan. "Kalau kita coba-coba pakai jalur yang singkat gitu kita berhutang kita pinjam kita apa kita apa ujung-ujungnya kita nggak akan pernah tahu ke depannya apa atau siapa yang akan menagih gitu di kemudian hari," sambungnya.

Film 'Aku Harus Mati' Mengedukasi Masyarakat

Senada dengan Hana, Irsan Yapto selaku eksekutif produser dari rumah produksi Rollink Action menyampaikan bahwa film ini memang bertujuan mengedukasi masyarakat terkait bahaya budaya berutang yang kian marak.

Pihak Rollink Action mengusung tema ekstrem "jual jiwa demi harta" untuk menggambarkan betapa mengerikannya dampak jeratan utang di era modern. "Banyak masyarakat modern sekarang rela mengorbankan diri dan jiwa demi validasi dan harta sampai terlilit hutang pinjol, paylater, dan lain-lain," tegas Irsan Yapto.

Film "Aku Harus Mati" yang dibintangi oleh Hana Saraswati, Amara Sophie, Prasetya Agni, dan sederet bintang lainnya ini dijadwalkan akan meneror penonton di bioskop mulai 2 April 2026.


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default