Objek Wisata Hiuj Paus Gorontalo Ramai Pengunjung Jelang Rukyatul Hilal Idulfitri 1 Syawal

Bang Hendra
0

Kementerian Agama Gorontalo Tetapkan Lokasi Wisata Hiu Paus Botubarani untuk Pemantauan Hilal Awal Syawal

Kawasan wisata Hiu Paus Botubarani, yang terletak di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, telah ditetapkan sebagai lokasi pemantauan hilal untuk menentukan awal bulan Syawal. Penetapan ini dilakukan oleh Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, yang memilih tempat tersebut karena kondisi geografis dan strategisnya yang mendukung pengamatan secara optimal.

Pengunjung datang dari berbagai daerah, meskipun masih dalam suasana bulan Ramadan. Sejumlah wisatawan tampak hadir di lokasi, bahkan pada hari Jumat (19/3/2026) sekitar pukul 10.30 Wita, suasana di kawasan tersebut terlihat ramai. Anton Pakaya, pengelola wisata setempat, menyebutkan bahwa jumlah pengunjung sudah terlihat sejak pagi hari. Ia mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat tidak surut, meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Menurut Anton, kehadiran pengunjung tetap tinggi, terlebih menjelang masa libur. "Ini saja puasa ada yang datang, termasuk saat sudah mau libur ini," ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan pemantauan hilal di lokasi tersebut biasanya digelar secara rutin. "Sudah sering mereka buat di sini," tambahnya.

Belum terlihat kehadiran petugas dari Kementerian Agama maupun BMKG di lokasi hingga Kamis jelang siang. Anton menduga para petugas akan datang pada sore hari mendekati waktu pengamatan. Ia juga menjelaskan bahwa meskipun kegiatan utama penentuan awal Ramadan dipusatkan di IAIN Sultan Amai Gorontalo, pemantauan di Botubarani tetap dilakukan.

Proses Pemantauan Hilal Awal Syawal

Rukyatul Hilal adalah metode pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit muda pertama di ufuk barat saat matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan. Metode ini digunakan untuk menentukan awal Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah. Kegiatan ini dilakukan secara manual dengan mata telanjang, teleskop, atau teknologi pencitraan.

Ketua Tim Urais Binsyar Kemenag Gorontalo, Safrianto Kaaowan, sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan rukyatul hilal akan dilaksanakan di lokasi tersebut pada Kamis (19/3/2026). Dalam keterangannya, Safrianto menjelaskan bahwa pemilihan Botubarani didasarkan pada sejumlah pertimbangan teknis, termasuk kondisi geografis yang mendukung pengamatan.

"Tempatnya strategis, sangat memungkinkan untuk pengamatan dan bisa menampung banyak orang," jelasnya. Pemantauan hilal sendiri dijadwalkan berlangsung pada sore hari menjelang matahari terbenam, tepatnya mulai pukul 17.15 Wita.

Tindakan Bersama dari Berbagai Pihak

Secara nasional, Kementerian Agama telah menetapkan sebanyak 117 titik pemantauan hilal untuk menentukan awal Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kanwil Kemenag, instansi daerah, Pengadilan Agama, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.

Kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani bukanlah lokasi baru untuk kegiatan pemantauan hilal. Menurut informasi yang diperoleh, tempat tersebut sudah beberapa kali digunakan pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan Kementerian Agama Provinsi Gorontalo dalam menentukan lokasi pemantauan hilal mempertimbangkan faktor-faktor penting seperti aksesibilitas, keamanan, dan kenyamanan pengamatan.

Dengan adanya pemantauan hilal di kawasan wisata, selain menjadi bagian dari proses keagamaan, juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan yang bernilai spiritual dan edukasi. Para pengunjung dapat merasakan pengalaman unik dengan mengamati langit secara langsung, sekaligus menikmati keindahan alam yang tersedia di sekitar lokasi.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default