Perang Israel-Amerika vs Iran, Bagaimana Dampaknya bagi Warga Solo Raya?

Bang Hendra
0
Perang Israel-Amerika vs Iran, Bagaimana Dampaknya bagi Warga Solo Raya?

Dampak Konflik Global terhadap Ekonomi Daerah

Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang terjadi pada akhir Februari 2026 telah memicu gejolak global. Dampaknya tidak hanya terasa di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi merambat ke daerah seperti Solo Raya, yang mencakup Kota Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen, Boyolali, Klaten, hingga Wonogiri.

Harga BBM Terancam Naik

Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menyebut bahwa harga minyak Brent telah menyentuh US$ 73 per barel dan berpotensi melonjak hingga US$ 120 jika konflik meluas. Salah satu pemicunya adalah penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Jika harga minyak dunia naik, dampaknya bisa terasa pada harga BBM dalam negeri.

Bagi warga Solo Raya yang bergantung pada kendaraan pribadi dan distribusi logistik darat, kenaikan solar akan langsung memicu kenaikan ongkos transportasi. Founder Supply Chain Indonesia, Setijadi, menjelaskan bahwa komponen BBM menyumbang 35–40 persen biaya operasional truk. Jika harga solar naik 20 persen, ongkos angkut bisa terdongkrak 7–8 persen. Kenaikan ini berpotensi mendorong harga barang rata-rata hingga 0,5–0,8 persen.

Harga Sembako dan Bahan Bangunan Bisa Terkerek

Kenaikan ongkos distribusi akan berdampak pada harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Solo Raya. Komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, hingga bahan bangunan berpotensi mengalami penyesuaian harga. Selain itu, gangguan jalur perdagangan di Bab el-Mandeb dan Terusan Suez membuat kapal harus memutar lewat Afrika. Dampaknya, biaya freight dan premi asuransi pengiriman naik.

Pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor pun menghadapi risiko imported inflation atau inflasi dari luar negeri. Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, memperingatkan lonjakan biaya logistik bisa mulai terasa dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Rupiah Melemah, Emas Naik

Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, mengingatkan potensi pelemahan rupiah hingga Rp 17.000 per dolar AS jika krisis memburuk. Pelemahan rupiah akan membuat harga barang impor semakin mahal, termasuk bahan baku industri dan produk elektronik yang banyak beredar di Solo Raya.

Di sisi lain, analis komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas dunia bisa melonjak hingga US$ 6.000 per troy ons. Artinya, harga emas di dalam negeri juga berpotensi mencetak rekor baru.

Apa Artinya bagi Warga Solo Raya?

Jika konflik berkepanjangan, warga Solo Raya perlu bersiap menghadapi:

  • Potensi kenaikan harga BBM dan tarif angkutan
  • Harga sembako dan barang konsumsi yang merangkak naik
  • Tekanan inflasi akibat melemahnya rupiah

Para ekonom mendorong pemerintah memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan impor minyak, serta mempercepat diversifikasi energi baru terbarukan agar dampak global tidak terlalu menghantam ekonomi daerah. Meski konflik terjadi ribuan kilometer dari Solo Raya, efek dominonya bisa terasa di dompet masyarakat dalam waktu relatif singkat.


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default