
Sunarti Larisa Meraih Juara 3 dalam MTQ Antarbangsa DMDI ke-16
Sunarti Larisa, seorang qori’ah muda asal Sulawesi Tengah, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Majelis Tilawah Al-Quran Antarbangsa DMDI ke-16 yang diselenggarakan di Masjid As Salimin, Melaka, Malaysia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kemampuan dan dedikasi Sunarti dalam membaca Al-Quran sangat luar biasa.
Ketika tampil dalam kompetisi internasional tersebut, Sunarti menunjukkan bacaan Al-Quran yang merdu, tajwid yang kuat, serta penghayatan yang mendalam. Hal ini menjadi alasan utama mengapa ia masuk dalam jajaran tiga besar terbaik dunia pada kategori qori’ah. Ajang tilawah Al-Quran ini diikuti oleh para peserta dari berbagai negara, sehingga persaingannya sangat ketat.
Prestasi Sunarti mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Sunarti atas raihan Juara 3 dalam MTQ Antarbangsa yang digelar di Malaysia. Junaidin berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Quran.
“Selamat kepada Qori’ah asal Sulawesi Tengah, Sunarti Larisa, atas raihan Juara 3 MTQ Antarbangsa yang dilaksanakan di Malaysia. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi daerah sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan mendalami Al-Quran,” ujarnya.
Dalam ajang tersebut, posisi juara pertama diraih oleh Sintia Febriani dari Lamandau, Kalimantan Tengah, sedangkan juara kedua diperoleh oleh Ma’rifah dari Sulawesi Selatan. Keberhasilan Sunarti Larisa melengkapi dominasi Indonesia dalam ajang tilawah internasional ini.
Majelis Tilawah Al-Quran Antarbangsa DMDI menjadi salah satu forum penting yang mempertemukan para qori dan qori’ah dari berbagai negara. Forum ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan masyarakat.
Prestasi yang diraih oleh Sunarti Larisa diharapkan dapat mendorong semangat pembinaan generasi Qurani di Sulawesi Tengah dan di seluruh Indonesia. Dukungan dari masyarakat, lembaga keagamaan, dan pemerintah diharapkan terus menguatkan lahirnya generasi muda yang berprestasi dan berakhlak mulia melalui kecintaan kepada Al-Quran.
Peran Penting dalam Pembinaan Generasi Qurani
Keberhasilan Sunarti Larisa menunjukkan bahwa dengan pendidikan dan pembinaan yang baik, generasi muda bisa meraih prestasi yang luar biasa. Pendidikan Al-Quran tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang penghayatan dan pemahaman akan makna ayat-ayat suci.
Beberapa langkah penting yang perlu dilakukan dalam pembinaan generasi Qurani antara lain:
- Peningkatan kualitas pendidikan Al-Quran di sekolah-sekolah dan tempat-tempat ibadah
- Pengembangan program pelatihan dan kompetisi tilawah secara rutin
- Penguatan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan
Dengan komitmen bersama, generasi muda Indonesia dapat menjadi teladan dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup
Sunarti Larisa menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad dan usaha, seseorang dapat meraih prestasi di tingkat internasional. Keberhasilannya menjadi semangat bagi banyak orang, terutama bagi generasi muda yang ingin lebih dekat dengan Al-Quran. Semoga prestasi ini dapat menjadi awal dari banyak prestasi lainnya yang akan datang dari Sulawesi Tengah dan Indonesia secara keseluruhan.