Implan Koklea Perjelas Pendengaran, Keandalan 99,76 Persen

Bang Hendra
0

Inovasi Terbaru dalam Pengobatan Ketulian: Implan Koklea Pintar Cochlear Nucleus Nexa System


Implan koklea telah menjadi salah satu inovasi penting dalam mengatasi masalah ketulian. Dengan perangkat medis elektronik yang ditanam melalui operasi, seseorang dengan gangguan pendengaran berat hingga tuli bisa kembali mendengar. Berbeda dengan alat bantu dengar yang hanya memperkeras suara, implan koklea bekerja dengan cara merangsang langsung saraf pendengaran sehingga suara yang diterima menjadi lebih jelas.

Terbaru, muncul implan koklea pintar Cochlear Nucleus Nexa System. Menurut dr. Eko Teguh Prianto, Sp.THT-KL, dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) Bedah Kepala dan Leher Siloam Hospital, sistem ini mampu membuat pendengaran menjadi lebih jelas dengan tingkat keandalan mencapai 99,76 persen. Hal ini membuka harapan baru bagi pasien dengan gangguan pendengaran di Indonesia.

“Sistem ini didukung oleh tingkat keandalan implan yang telah terbukti tinggi, mencapai 99,76 persen, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi pengguna,” ujarnya kepada wartawan.

Inovasi di bidang kesehatan pendengaran ini dihadirkan oleh Cochlear Ltd melalui teknologi terbaru mereka, Cochlear™ Nucleus® Nexa™ System. Sistem ini dirancang sebagai implan koklea pintar yang memungkinkan pengguna tetap terhubung dengan perkembangan teknologi di masa depan melalui pembaruan perangkat lunak langsung pada perangkat implan.

“Nexa System merupakan implan koklea pintar pertama dan satu-satunya di dunia yang menghadirkan terobosan signifikan dalam solusi pendengaran. Cochlear bangga dapat menghadirkan inovasi ini di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperluas akses terhadap teknologi pendengaran yang lebih canggih dan berkelanjutan,” ujar Ashish Joshi, Marketing Director Cochlear untuk Asian Growth Markets.

“Melalui inovasi ini, kami berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para pengguna, sekaligus mendukung transformasi dalam penanganan gangguan pendengaran di Indonesia,” lanjutnya.

Berbeda dari generasi sebelumnya, teknologi ini menjadi yang pertama dilengkapi memori internal serta firmware yang dapat diperbarui. Dengan kemampuan tersebut, pengguna tidak hanya mengandalkan prosesor suara, tetapi juga dapat menikmati pembaruan inovasi langsung dari sistem implan seiring waktu.

Di Indonesia, distribusi teknologi ini didukung oleh Kasoem Hearing Center. Perwakilannya, Trista Kasoem, menilai kehadiran sistem ini sebagai lompatan besar dalam layanan bagi pasien gangguan pendengaran.

“Teknologi ini merupakan lompatan besar dalam dunia implan pendengaran. Dengan adanya sistem yang dapat terus diperbarui, pasien tidak hanya mendapatkan solusi untuk saat ini, tetapi juga akses terhadap inovasi di masa depan. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik dan berkelanjutan bagi pasien di Indonesia,” ujar Trista.

Salah satu fitur unggulan dari sistem ini adalah kemampuan menyimpan pengaturan prosesor suara secara personal (MAP) langsung di dalam implan. Hal ini memungkinkan pasien untuk kembali terhubung dengan cepat apabila membutuhkan penggantian perangkat prosesor suara.

Penerapan teknologi ini di Indonesia telah dilakukan melalui prosedur operasi perdana di Siloam Hospitals Lippo Village. Rumah sakit tersebut menjadi yang pertama mengimplementasikan sistem implan koklea pintar ini di Tanah Air.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari pengenalan teknologi implan koklea pintar di Indonesia. Inovasi ini membuka peluang lebih luas bagi pasien dengan gangguan pendengaran untuk mendapatkan penanganan yang lebih modern dan efektif,” ujar perwakilan rumah sakit, Alexander Mutak.

Secara global, gangguan pendengaran masih menjadi persoalan besar yang dialami ratusan juta orang. Dalam hal ini, teknologi implan koklea memiliki peran penting karena bekerja dengan merangsang langsung saraf pendengaran, berbeda dengan alat bantu dengar yang hanya memperkuat suara.

Hadirnya Cochlear™ Nucleus® Nexa™ System di Indonesia diharapkan dapat memberikan alternatif solusi yang lebih mutakhir, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien melalui pendengaran yang lebih jernih dan optimal.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default