
Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Jawa Barat pada tahun 2025 mencapai kategori tinggi dengan skor sebesar 79,43. Angka ini menunjukkan bahwa hubungan antar pemeluk agama di provinsi ini sangat toleran, setara, dan saling bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Jabar Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa IKUB digunakan sebagai cermin keberhasilan pemerintah daerah dalam mengurangi konflik sosial yang bermotif agama. Keberadaan kerukunan yang stabil memberikan rasa aman bagi para investor dan pelaku ekonomi untuk beroperasi di Jawa Barat.
Skor IKUB Provinsi Jawa Barat tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 77,89. Hal ini menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki pendekatan yang lebih baik dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Beberapa faktor yang turut berkontribusi pada pencapaian IKUB Jawa Barat antara lain:
- Faktor Sosial: Masyarakat Jawa Barat memiliki hubungan sosial yang relatif harmonis dan saling menghargai dalam menjalankan ibadah. Konflik keagamaan yang berskala besar tergolong minim.
- Pembinaan Kelembagaan: Kehadiran lembaga-lembaga yang mendukung kerukunan antarumat beragama seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadi salah satu penopang utama.
- Kegiatan Lintas Agama: Interaksi sosial antar masyarakat dari berbagai latar belakang agama memperkuat dimensi kebersamaan dalam IKUB.
- Kebijakan Pemerintah: Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat aktif dalam mendorong berbagai program yang bertujuan memperkuat kerukunan sosial.
Selain itu, sikap toleransi yang tinggi antarumat beragama di Jawa Barat juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial. Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah telah berdampak positif dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi semua pemeluk agama.
Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, Jawa Barat berhasil mempertahankan indeks kerukunan yang tinggi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta perdamaian di tengah perbedaan agama dan budaya.