
Kesaksian Guru Mengungkap Fungsi Chromebook Meski Tanpa Koneksi Internet
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menghadapi persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Dalam persidangan tersebut, kesaksian sejumlah guru memberikan bukti bahwa laptop Chromebook masih bisa digunakan meskipun akses internet terbatas. Hal ini dinilai oleh Nadiem sebagai pernyataan yang mematahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Nadiem menyampaikan bahwa sidang ini menjadi salah satu yang paling emosional baginya. Ia menjelaskan bahwa tujuh guru dari Aceh hingga Papua datang ke persidangan untuk memberikan kesaksian tentang bagaimana Chromebook berdampak pada pola belajar-mengajar di kelas masing-masing.
Denny Adelyta Tofani Novitasari, seorang guru di Kota Sorong, Papua Barat Daya, menyatakan bahwa Chromebook tetap berfungsi dengan baik meskipun telah digunakan selama sekitar lima tahun. Ia menjelaskan bahwa alat ini digunakan untuk praktik Kimia secara virtual, termasuk penggunaan layanan Google Docs, Sheets, Slides, dan Google Drive.
Arby William Mamangsa, kepala sekolah di Kota Sorong, menambahkan bahwa Chromebook dapat langsung menyala tanpa perlu menekan tombol power. Selain itu, perangkat ini tidak selalu membutuhkan koneksi internet karena dapat digunakan secara offline. Data guru dan siswa juga otomatis tersinkronisasi ke akun masing-masing, sehingga memudahkan akses dan input nilai.
Manfaat Platform Digital dalam Pendidikan
Saksi Ahli Pendidikan, Ina Liem, menyampaikan bahwa platform digital seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM) telah memberikan penghematan anggaran pelatihan guru. Menurutnya, guru-guru dapat meningkatkan kapasitas mereka di waktu luang tanpa harus membayar biaya transportasi dan penginapan.
Ina juga menepis isu rendahnya IQ nasional yang sering dikaitkan dengan kegagalan sistem pendidikan. Ia menjelaskan bahwa data IQ 78 yang viral berasal dari survei tahun 2018, sebelum masa jabatan Nadiem. Penyebab IQ rendah, menurutnya, bersifat multifaktor, termasuk gizi dan polusi, bukan semata-mata ranah Kemendikbud.
Dakwaan Terhadap Nadiem Makarim
Dalam perkara ini, Nadiem Anwar Makarim didakwa melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,18 triliun terkait pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Perbuatan tersebut dilakukan Nadiem bersama sejumlah pihak, yakni Ibrahim Arief alias Ibam, Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Jurist Tan.
Selain itu, Jaksa juga mendakwa Nadiem memperkaya diri sendiri senilai Rp 809,59 miliar yang diduga berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) melalui PT Gojek Indonesia.
Atas perbuatannya, Nadiem Makarim didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Banyaknya Saksi yang Hadir dalam Persidangan
Dalam persidangan ini, banyak saksi yang hadir, termasuk para guru dan ahli pendidikan. Kesaksian mereka memberikan gambaran jelas tentang penggunaan Chromebook dalam pembelajaran. Setiap saksi memberikan penjelasan yang berbeda-beda, namun semuanya menunjukkan bahwa alat tersebut memiliki fungsi yang sangat penting dalam dunia pendidikan.
Kesaksian dari guru-guru yang hadir menunjukkan bahwa Chromebook tidak hanya berguna dalam pembelajaran, tetapi juga mampu mengurangi ketergantungan pada koneksi internet. Hal ini menjadi bukti bahwa perangkat ini cukup efektif dalam situasi apa pun.
Relevansi Persidangan dalam Dunia Pendidikan
Persidangan ini tidak hanya berkaitan dengan dugaan korupsi, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya teknologi dalam dunia pendidikan. Banyak orang awam mungkin tidak menyadari bahwa Chromebook memiliki manfaat yang besar dalam proses belajar-mengajar.
Melalui kesaksian yang diberikan, Nadiem Makarim dan pihak-pihak terkait mendapat kesempatan untuk membela diri. Namun, persidangan ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih memahami peran teknologi dalam pendidikan.
Dengan adanya kesaksian dari guru-guru dan ahli pendidikan, masyarakat dapat lebih memahami bahwa Chromebook adalah alat yang sangat bermanfaat dalam pembelajaran. Hal ini menjadi penting untuk dipertimbangkan dalam diskusi tentang pendidikan dan teknologi.