Puluhan Warga Pecahkan Pintu Kantor Gubernur Riau Tolak Relokasi TNTN

Bang Hendra
0
Puluhan Warga Pecahkan Pintu Kantor Gubernur Riau Tolak Relokasi TNTN

Aksi Massal di Pekanbaru Tuntut Hak Masyarakat

Di Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, suasana terlihat ramai dengan ratusan orang yang berkumpul pada Senin (13/4/2026). Massa berdiri tepat di depan pagar pintu masuk samping kantor Gubernur Riau, sambil membawa spanduk dan pengeras suara. Beberapa berdiri dalam kelompok, sementara lainnya duduk di tepi jalan, sementara orator bergantian menyampaikan tuntutan dari atas mobil komando.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP), yang kembali datang ke Kantor Gubernur Riau. Massa bahkan memadati sebagian badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi. Sejak pagi hari, massa telah tiba menggunakan truk dan mobil pikap. Tidak hanya para pria, tetapi juga sejumlah ibu-ibu ikut serta dalam aksi tersebut. Bahkan, mereka mendirikan dapur darurat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi peserta aksi.

Di gerbang kantor gubernur, spanduk besar terbentang dengan tiga tuntutan utama. Pertama, masyarakat menolak rencana relokasi dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Kedua, mereka meminta kepastian dari Pemerintah Provinsi Riau terkait keberlanjutan hidup masyarakat. Ketiga, mereka mendesak Presiden RI untuk hadir dan menjamin hak-hak masyarakat sesuai amanat Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945.

Koordinator aksi, Wandri Saputra Simbolon, menegaskan bahwa masyarakat tidak akan mundur dari perjuangan mereka. “Kami Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan menolak direlokasi dari TNTN. Kami tidak akan patah semangat memperjuangkan hak masyarakat kami,” ujarnya di hadapan massa.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut bukanlah penduduk ilegal. Menurutnya, mereka memiliki identitas yang jelas dan telah lama menetap serta membangun kehidupan di wilayah itu. “Kami bukan masyarakat ilegal. Kami bisa tunjukkan identitas kami. Pemerintah jangan hanya mengambil kebijakan dari atas meja, turunlah ke lapangan. Kami sudah beranak-pinak di sana dan akan tetap bertahan,” tegasnya.

Tuntutan yang Disampaikan

Berikut adalah tiga tuntutan utama yang disampaikan oleh massa:

  • Menolak rencana relokasi dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo
  • Masyarakat merasa bahwa relokasi akan mengganggu kehidupan mereka yang telah lama berada di kawasan tersebut.
  • Mereka khawatir akan kehilangan tanah dan sumber penghidupan mereka.

  • Meminta kepastian keberlanjutan hidup masyarakat

  • Masyarakat ingin adanya jaminan bahwa kehidupan mereka akan tetap stabil meskipun ada perubahan kebijakan.
  • Mereka meminta pemerintah untuk memberikan solusi yang dapat menjaga kesejahteraan masyarakat.

  • Mendesak Presiden RI untuk hadir dan menjamin hak-hak masyarakat

  • Masyarakat menuntut Presiden untuk menjamin hak-hak mereka sesuai dengan amanat UUD 1945.
  • Mereka berharap Presiden dapat turun langsung ke lapangan untuk memahami kondisi masyarakat secara langsung.

Peran Masyarakat dalam Aksi

Massa yang hadir dalam aksi ini berasal dari berbagai kalangan. Selain mahasiswa, banyak warga setempat yang turut serta dalam aksi ini. Mereka membawa berbagai alat seperti spanduk dan pengeras suara untuk menyampaikan tuntutan mereka. Dalam aksi ini, juga terlihat beberapa ibu-ibu yang aktif dalam kegiatan, termasuk mendirikan dapur darurat untuk memenuhi kebutuhan makanan peserta aksi.

Beberapa dari mereka bahkan membawa dokumen identitas untuk menunjukkan bahwa mereka adalah penduduk resmi yang telah lama tinggal di kawasan tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa mereka tidak ilegal, melainkan memiliki hak untuk tetap tinggal dan menjaga kehidupan mereka.

Tanggapan dari Koordinator Aksi

Wandri Saputra Simbolon, koordinator aksi, menegaskan bahwa masyarakat akan terus berjuang untuk mempertahankan hak mereka. Ia menilai bahwa pemerintah harus lebih proaktif dalam menghadapi isu-isu yang terjadi di lapangan. Menurutnya, kebijakan yang diambil oleh pemerintah sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi langsung dari pihak pemerintah dalam menghadapi masalah yang terjadi di masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat lebih memahami situasi yang dihadapi oleh masyarakat dan mencari solusi yang lebih efektif.

Kesimpulan

Aksi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan di Pekanbaru menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap hak-hak mereka. Dengan menyampaikan tuntutan yang jelas dan terstruktur, mereka berharap pemerintah dapat segera memberikan respons yang sesuai. Dengan adanya dukungan dari berbagai kalangan, aksi ini menjadi contoh bagaimana masyarakat dapat bersatu dalam memperjuangkan kepentingan mereka.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default