Trump Minta Larangan Lautan Hormuz: Iran Tak Boleh Menjual Satu Tetes Minyak pun

Bang Hendra
0
Trump Minta Larangan Lautan Hormuz: Iran Tak Boleh Menjual Satu Tetes Minyak pun

Perang Timur Tengah dan Kebijakan "All or None" yang Memicu Ketegangan Global

Perang di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa hasil. Hal ini memicu langkah militer drastis dari Presiden Donald Trump, yang secara resmi memerintahkan blokade total di Selat Hormuz mulai Senin (13/4/2026) pukul 10.00 EDT. Blokade ini bertujuan untuk menghentikan ekspor minyak Iran sepenuhnya.

Langkah Militer Drastis dan Ancaman Serangan Balik

Dalam wawancara di program “Sunday Morning Futures” Fox News, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan menoleransi perdagangan minyak selektif yang dilakukan Iran. Ia menyatakan kebijakan "All or None" sebagai strategi utama untuk mencegah Iran mendapatkan keuntungan dari penjualan minyaknya.

Selain itu, Trump juga memberi instruksi kepada militer AS untuk menyisir dan menghancurkan ranjau laut yang dipasang oleh Iran di perairan strategis tersebut. Ia memberikan peringatan tegas terhadap siapa pun yang berani mengganggu aset Amerika Serikat.

Tekanan Ekonomi Terhadap China dan Koalisi Eropa

Gagalnya dialog di Pakistan memicu reaksi internasional. Inggris dan Prancis mulai membentuk koalisi untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Sementara itu, Trump mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap produk China jika intelijen AS membuktikan bahwa Beijing memasok senjata ke Iran selama masa blokade.

Reaksi Keras dari Pihak Iran

Pihak Iran menyayangkan kegagalan perundingan yang hampir mencapai titik temu melalui Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan kegagalan dipicu oleh sikap "maksimalisme" dan perubahan target permintaan dari pihak AS.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut ambisi hegemoni AS sebagai penghalang utama perdamaian saat berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Di sisi lain, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan ditangani secara keras, meski mereka mengeklaim selat tetap terbuka bagi kapal sipil yang patuh aturan.

Dampak Ekonomi Global

Ancaman blokade langsung menimbulkan efek reaksi seketika terhadap pasar finansial global. Harga minyak Brent melonjak 8 persen menjadi 102 dolar AS per barel atau sekitar Rp1.743.180. Kenaikan serupa terjadi pada minyak mentah AS yang menyentuh angka 104 dolar AS per barel atau sekitar Rp1.777.360.

Di tingkat konsumen, harga bensin di AS diprediksi akan terus meroket melampaui rata-rata saat ini yang berada di angka 4,12 dolar AS per galon atau sekitar Rp70.410.

Pakar Iran Menilai Strategi Militer AS Tak Efektif

Akademisi Iran menegaskan bahwa pendekatan militer Amerika Serikat tidak akan efektif menghadapi dinamika geopolitik di kawasan Teluk. Zohreh Kharazmi, profesor asosiasi di University of Tehran, menyatakan bahwa Iran siap melawan setiap upaya blokade laut yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Ia menekankan kompleksitas konflik yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan demonstrasi kekuatan militer. Kharazmi juga mengingatkan bahwa ketegangan semacam ini bukan hal baru bagi Iran, merujuk pada peristiwa tahun 1953, ketika Mohammed Mossadegh menggagas nasionalisasi minyak.

Menurutnya, kontrol Iran atas Hormuz mencerminkan keputusan berdaulat atas wilayahnya sendiri dan menjadi sumber kebanggaan nasional. Kharazmi juga menyoroti bahwa Iran memiliki pengalaman menghadapi militer Amerika Serikat di berbagai medan.

Situasi ini berpotensi meluas jika negara lain ikut terlibat. Kharazmi menyinggung kemungkinan China mengawal kapal-kapalnya sendiri di jalur tersebut. Jika itu terjadi, konflik berisiko berkembang menjadi konfrontasi langsung antara dua kekuatan besar dunia. Selain itu, Iran juga disebut mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb, jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default