Kasus Ebola di Kongo Meningkat, 1.077 Orang Diduga Tertular

Bang Hendra
0

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo Terus Meluas

Kasus infeksi virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) semakin meningkat. Menurut laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan DRC, saat ini sekitar 1.077 orang diduga terinfeksi virus tersebut. Dari jumlah tersebut, 121 orang telah dikonfirmasi positif terinfeksi virus mematikan ini. Pihak kementerian menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh warga yang terinfeksi. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih masif.

Sampai saat ini, korban tewas akibat wabah ini mencapai 220 orang. Pernyataan resmi dari Kemenkes DRC pada Rabu (27/5/2026) menyebutkan bahwa operasi pengawasan, penyaringan, dan penyadaran masyarakat tetap diintensifkan meskipun ada tantangan operasional yang dilaporkan di lapangan.

Wabah Ebola Sudah Menyebar ke 13 Wilayah di DRC

Wabah Ebola saat ini sudah menyebar ke 13 wilayah di tiga provinsi di DRC, yaitu Provinsi Ituri, Kifu Selatan, dan Kifu Utara. Menurut Menteri Kesehatan DRC, Roger Kamba, penyebaran virus ini terjadi cukup cepat karena banyak warga yang melakukan kontak dengan orang yang sudah terinfeksi.

Saat ini, sebanyak 3.600 warga DRC telah melakukan kontak dengan suspek Ebola. Mereka berisiko tinggi terinfeksi virus tersebut jika tidak segera ditangani oleh pihak medis. Jika tidak ditangani, mereka juga bisa meninggal dunia. Oleh karena itu, Menkes Kamba mengingatkan seluruh warga DRC untuk tetap waspada dan tidak melakukan kontak sembarangan dengan orang lain. Tujuannya adalah agar kasus infeksi tidak semakin bertambah.

WHO Menetapkan Darurat Kesehatan Internasional

Pada 17 Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah Ebola di DRC sebagai darurat kesehatan internasional. Menurut WHO, status ini ditetapkan karena wabah Ebola di DRC berpotensi menyebar ke negara-negara lain, terutama di Afrika. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), ada sepuluh negara yang berisiko tinggi terpapar wabah Ebola dari DRC. Negara-negara tersebut antara lain Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.

Sebetulnya, wabah Ebola kini sudah menyebar ke Uganda. Namun, kasus wabah di negara itu tidak separah di DRC. Untuk mengatasi penyebaran Ebola, Uganda akhirnya menutup perbatasannya dengan DRC dan negara-negara tetangga lainnya. Ini bertujuan agar wabah Ebola tidak semakin menyebar ke Uganda lewat orang-orang yang datang dari wilayah perbatasan.

Sejarah Wabah Ebola di DRC

Wabah Ebola sendiri sudah sering terjadi di DRC. Wilayah DRC yang dipenuhi hutan hujan tropis sangat cocok untuk perkembangan virus Bundibugyo yang menyebabkan Ebola. Selain itu, sistem layanan kesehatan yang masih rapuh juga membuat Ebola dengan mudah menyebar di DRC.

Kali ini, wabah Ebola di DRC pertama kali terjadi di daerah Mongbwalu, salah satu wilayah yang ada di Provinsi Ituri. Setelah itu, wabah kemudian menyebar ke wilayah lainnya, seperti Bunia dan Rwampara. Kemudian, wabah menyebar ke negara tetangga DRC, yakni Uganda.

Sebetulnya, DRC sudah terbiasa menghadapi wabah Ebola. Namun, mereka kerap kali mengalami kesulitan logistik dan kekurangan pasokan alat-alat medis untuk para pasien wabah tersebut. Inilah yang membuat korban wabah Ebola di DRC jadi cukup banyak.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default