
Sosialisasi Ulang Program Pokja Kampung Highland Wilayah Kota di Mimika
YPMAK, yang merupakan lembaga pengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia (PTFI), menggelar sosialisasi ulang terkait Program Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Highland Wilayah Kota di Jalan Irigasi Kanan, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Acara ini dilaksanakan pada Rabu (10/6/2026) dengan tujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengevaluasi dan menentukan kepengurusan Pokja melalui musyawarah.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Pengurus Bidang Program Perencanaan YPMAK, Fery Magai Uamang, serta Staf Divisi Ekonomi Highland, Roberth Kailey. Hadir juga tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan warga setempat.
Tujuan Sosialisasi Ulang
Roberth Kailey menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam mengevaluasi atau menentukan kepengurusan Pokja sesuai kebutuhan di lapangan. Ia menekankan bahwa jika ada hal-hal yang dianggap perlu diperbaiki atau dilakukan pergantian pengurus, maka keputusan tersebut sepenuhnya menjadi hak masyarakat melalui musyawarah.
"Yang kami butuhkan adalah dasar yang baik apabila memang ingin dilakukan pergantian pengurus. Namun sebelumnya Bapak Wakil Ketua Bidang Program akan menyampaikan tujuan dari Program Kampung serta beberapa hal yang berkaitan dengan pelaksanaannya," ujarnya.
Fery Magai Uamang, Wakil Ketua Pengurus Bidang Program Perencanaan YPMAK, menambahkan bahwa tujuan utama sosialisasi ulang adalah memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk menentukan apakah kepengurusan Pokja akan dipertahankan atau dilakukan pergantian. Menurutnya, keputusan tersebut sepenuhnya dikembalikan kepada masyarakat berdasarkan kesepakatan bersama.
"Tujuan kami hanya melakukan sosialisasi supaya ada aktivitas di masyarakat yang dapat membantu perekonomian masyarakat Kamoro," katanya.
Program Kampung dan Pemberdayaan Ekonomi
Fery menjelaskan bahwa Program Kampung dirancang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai usaha produktif, baik dalam bentuk usaha kecil maupun program jangka panjang. Salah satu program yang terus didorong adalah pengembangan kopi agar masyarakat dapat menjadi petani yang profesional dan memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.
Ia juga menilai kinerja Tim Pokja Irigasi Kanan Tahun 2025 sudah berjalan dengan baik, termasuk dalam penyampaian laporan pertanggungjawaban yang dinilai tepat waktu dan sesuai ketentuan. Meski demikian, ia menegaskan keputusan untuk mempertahankan atau mengganti kepengurusan tetap berada di tangan masyarakat.
Masukan dan Usulan Masyarakat
Pada sesi diskusi, masyarakat juga mengusulkan penambahan anggaran serta mempertimbangkan luas wilayah dan jumlah kepala keluarga yang terus bertambah. Namun usulan tersebut belum dapat dipenuhi karena menyesuaikan dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan.
Ketua Pokja Irigasi Kanan Tahun 2025, Obaya Magal, mengajak masyarakat menyampaikan seluruh masukan maupun kritik secara terbuka dalam forum tersebut. Ia berharap apabila terdapat kekurangan ataupun kelebihan selama kepengurusannya dapat dibahas bersama sehingga tidak menjadi pembicaraan di luar forum.
"Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan maupun pendapat. Inilah tempat dan wadah untuk menyampaikan semuanya secara terbuka," ujarnya.
Hasil Musyawarah
Hasil musyawarah kemudian memutuskan untuk tetap mempertahankan kepengurusan Pokja Irigasi Kanan Tahun 2025 untuk melanjutkan masa tugas pada Tahun 2026. Adapun susunan kepengurusan Pokja Irigasi Kiri Tahun 2026 terdiri atas Ketua Obaya Magal, Sekretaris Benny Eanaem, dan Bendahara Banianus Jawame.