Burnley dan Chelsea Kecam Pelecehan Rasis terhadap Fofana dan Mejbri

Bang Hendra
0
Burnley dan Chelsea Kecam Pelecehan Rasis terhadap Fofana dan Mejbri

Insiden Rasisme di Lapangan Sepak Bola Inggris

Pada pertandingan antara Burnley dan Chelsea yang berakhir dengan skor imbang 1–1, terjadi insiden pelecehan rasial daring yang menimpa dua pemain dari masing-masing tim. Hannibal Mejbri dari Burnley dan Wesley Fofana dari Chelsea menjadi korban komentar-komentar rasis yang muncul di media sosial setelah pertandingan berakhir.

Pemecah Kondisi: Kartu Kuning dan Pengusiran

Pertandingan tersebut berjalan cukup sengit, terutama ketika Fofana mendapat dua kartu kuning. Kartu pertama diberikan karena pelanggaran terhadap Mejbri, sedangkan kartu kedua dikeluarkan oleh wasit Lewis Smith pada menit ke-72. Akibatnya, Fofana harus meninggalkan lapangan sebelum pertandingan selesai.

Setelah pertandingan usai, Fofana langsung membagikan tangkapan layar pesan-pesan rasis yang diterimanya melalui direct message. Ia mengunggahnya di Instagram Story akun pribadinya @lawestt_. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan kesedihannya atas situasi yang terjadi.

"2026, masih sama saja, tidak ada yang berubah. Orang-orang ini tidak pernah dihukum. Anda membuat kampanye besar melawan rasisme, tetapi tidak ada yang benar-benar melakukan apa pun," tulisnya dalam caption unggahannya.

Tanggapan dari Chelsea

Chelsea Football Club segera merespons insiden ini dengan mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyatakan bahwa klub akan bekerja sama dengan pihak berwenang dan platform terkait untuk mengidentifikasi para pelaku dan mengambil tindakan sekeras mungkin.

"Chelsea Football Club sangat terkejut dan jijik dengan pelecehan rasis daring yang ditujukan kepada Wesley Fofana. Pelecehan rasis yang dialami Wes (Fofana) setelah pertandingan Liga Inggris hari ini melawan Burnley tidak akan ditoleransi."

Perilaku seperti itu dinilai bertentangan dengan nilai-nilai permainan sepak bola dan semua yang mereka perjuangkan sebagai klub. "Tidak ada tempat untuk rasisme."

Klub juga menyatakan dukungan penuh kepada Fofana. "Kami sepenuhnya mendukung Wes. Dia mendapat dukungan penuh kami, seperti halnya semua pemain kami yang terlalu sering dipaksa untuk menanggung kebencian ini hanya karena melakukan pekerjaan mereka."

Burnley Juga Mengalami Hal Serupa

Tim tamu, Burnley, juga mengalami situasi serupa. Gelandang klub, Mejbri, membagikan gambar pelecehan rasis yang diterimanya melalui media sosial. Ia menulis di Instagram: "Ini tahun 2026 dan masih ada orang seperti itu. Didiklah diri Anda dan anak-anak Anda."

Burnley juga mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Mereka mengonfirmasi bahwa telah melaporkan kejadian ini kepada perusahaan induk Instagram, Meta, Liga Inggris, dan polisi.

"Semua orang di Burnley FC muak dengan pelecehan rasis daring yang ditujukan kepada Hannibal (Mejbri) setelah pertandingan Liga Premier hari ini. Tidak ada tempat untuk hal ini dalam masyarakat kita dan kami mengutuknya tanpa syarat."

Pernyataan klub juga menegaskan bahwa mereka memiliki pendekatan tanpa toleransi terhadap segala bentuk diskriminasi, termasuk rasisme dan perlakuan tidak adil kepada para pemain.

Kesimpulan

Insiden ini menunjukkan bahwa masalah rasisme di dunia olahraga, khususnya sepak bola, masih menjadi isu yang serius. Meskipun banyak upaya dilakukan untuk melawan rasisme, kejadian seperti ini terus muncul, menunjukkan bahwa diperlukan tindakan lebih keras dan kesadaran yang lebih tinggi dari masyarakat.


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default