Jepang Dorong Proyek Konservasi Pantai Bali Senilai Rp1,08 Triliun

Bang Hendra
0



Pemerintah Jepang terus melanjutkan proyek konservasi pantai di Bali dalam fase kedua dengan anggaran sebesar 9,85 miliar yen atau sekitar Rp1,08 triliun. Proyek ini akan berlangsung dari tahun 2021 hingga diperkirakan 2028. Anggaran yang dialokasikan lebih besar dibandingkan fase pertama yang berlangsung pada periode 2000 hingga 2008 dengan total 9,5 miliar yen atau sekitar Rp1,04 triliun.

Proyek konservasi pantai di Bali bertujuan untuk mengendalikan dampak erosi pesisir Pulau Bali. Fase II ini mencakup wilayah pesisir Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak di Kabupaten Badung. Metode pelaksanaannya hampir sama dengan fase pertama, yaitu pengisian pasir dan konstruksi breakwater atau pemecah gelombang laut. Setelah fase II selesai, akan dilanjutkan dengan fase III yang mencakup perairan Nusa Dua, Tanjung Benoa, dan Sanur di Kabupaten Badung serta Kota Denpasar.

Selain itu, konservasi pantai juga diperluas ke Pantai Candidasa di Kabupaten Karangasem, yang termasuk dalam paket I. Proyek ini dikelola oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di bawah Kementerian Pekerjaan Umum RI.

Konsul Jenderal Jepang Miyakawa Katsutoshi menyampaikan bahwa Jepang berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan Indonesia. "Jepang berkomitmen akan terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan Indonesia yang kita cintai," ujarnya.

Dalam proyek fase I, beberapa lokasi telah dilakukan penanganan. Di Sanur, dilakukan pengisian pasir sebanyak 300 ribu meter kubik, serta pemasangan groin dan pemecah gelombang laut. Di Nusa Dua, dilakukan pengisian pasir sebanyak 340 ribu meter kubik, groin, dan head land. Di Kuta, dilakukan pengisian pasir sebanyak 520 ribu meter kubik, pemecah gelombang offshore, dan transplantasi karang.

Di pesisir Pura Tanah Lot, Tabanan, dilakukan pembuatan panel batu dan karang. "Proyek konservasi pantai di Bali ini didanai dari bantuan pembangunan resmi dari Jepang untuk menekan abrasi dan merevitalisasi jumlah karang," tambah Miyakawa Katsutoshi.

Paket III yang akan dilaksanakan di pesisir Pantai Nusa Dua, Tanjung Benoa, dan Sanur menggunakan pasir dari stockpile Mertasari dan pasir alami yang terakumulasi seiring waktu. Untuk di Candidasa, dilakukan pengisian pasir serta perbaikan tembok laut dan groin yang ada, serta pemeliharaan.

Groin adalah struktur yang dibangun tegak lurus dari garis pantai untuk menahan pergerakan pasir akibat arus laut.

"Kerja sama ekonomi Jepang dan Indonesia bukan sekedar pertukaran dana atau bantuan keuangan belaka, tetapi lebih dari itu. Kerja sama ini merupakan kolaborasi bersama yang tulus untuk melindungi kehidupan masyarakat," tuturnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default