Kecewa AS pada Israel Pasca Serangan Iran, 30 Basis Minyak Hancur

Bang Hendra
0
Kecewa AS pada Israel Pasca Serangan Iran, 30 Basis Minyak Hancur

Serangan Israel yang Memicu Ketegangan dengan Amerika Serikat

Serangan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Israel terhadap 30 pangkalan minyak Iran pada hari Sabtu (7/3/2026) dikabarkan menimbulkan kekecewaan di kalangan pihak Amerika Serikat. Menurut seorang pejabat AS dan sumber internal yang mengetahui situasi tersebut, serangan ini dianggap melampaui ekspektasi Washington.

Ini menjadi perselisihan signifikan pertama antara AS dan Israel sejak perang dimulai pada Sabtu (28/2/2026). Pihak AS khawatir bahwa tindakan Israel terhadap infrastruktur yang melayani warga Iran bisa berdampak negatif secara strategis. Mereka mengkhawatirkan bahwa serangan ini justru akan memperkuat dukungan masyarakat Iran terhadap rezim mereka.

Meskipun para pejabat Israel dan AS menyatakan bahwa IDF telah memberi tahu pihak AS sebelum serangan dilakukan, Washington tetap terkejut dengan luasnya cakupan serangan tersebut. Seorang pejabat senior AS mengungkapkan, "Kami rasa itu bukan ide yang bagus." Gedung Putih sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai hal ini.

Hujan Minyak Akibat Serangan Udara

Serangan udara Israel pada hari Sabtu menyebabkan kebakaran besar di kota Teheran, ibu kota Iran. Api yang muncul dari lokasi yang diserang dapat terlihat dari jarak bermil-mil. Bahkan, hujan yang turun di kawasan tersebut berwarna hitam akibat campuran minyak dari lokasi serangan.

Dalam foto-foto yang viral di media sosial, asap hitam yang menyebar mengakibatkan ibu kota Iran tampak gelap. Dalam sebuah pernyataan, IDF mengklaim bahwa pangkalan minyak tersebut digunakan oleh rezim Iran untuk memasok bahan bakar kepada berbagai konsumen, termasuk organisasi militer mereka.

Seorang pejabat militer Israel menjelaskan bahwa tujuan dari serangan ini adalah untuk memberi pesan kepada Iran agar berhenti menargetkan infrastruktur sipil negaranya.

AS Tegaskan Tidak Akan Serang Sektor Energi Iran

Di tengah ketegangan yang meningkat, AS menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk menyerang sektor energi Iran. Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan bahwa Washington akan menghindari serangan terhadap infrastruktur energi Iran meskipun perang yang sedang berlangsung memengaruhi pasar energi global.

"AS tidak menargetkan infrastruktur energi apa pun," kata Wright dalam wawancara dengan CNN pada Minggu (8/3/2026). Ia menambahkan, "Tidak ada rencana menargetkan industri minyak Iran, industri gas alam mereka, atau apa pun tentang industri energi mereka.”

Dampak Global dari Serangan Israel

Serangan Israel terhadap infrastruktur minyak Iran tidak hanya memicu ketegangan antara dua negara tersebut, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap stabilitas pasar energi global. Pasar minyak dunia sangat rentan terhadap gangguan seperti ini, terlebih jika serangan tersebut terjadi di wilayah yang menjadi penghubung penting bagi pasokan energi.

Selain itu, aksi Israel juga memicu reaksi dari berbagai pihak internasional. Beberapa negara yang mengandalkan pasokan minyak dari Iran mulai merasa khawatir akan ketidakstabilan harga dan ketersediaan energi. Hal ini juga memicu diskusi tentang peran internasional dalam mengatasi konflik yang semakin memanas.

Komentar dari Pihak Internasional

Beberapa lembaga internasional dan organisasi kemanusiaan juga memberikan tanggapan terkait serangan tersebut. Mereka menekankan pentingnya menjaga stabilitas regional dan menghindari tindakan yang bisa memperburuk krisis. Namun, sampai saat ini, belum ada kesepakatan bersama mengenai langkah-langkah konkret yang harus diambil.

Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik ini terus memantau situasi secara dekat. Dengan adanya ancaman serangan yang lebih besar, semua pihak diharapkan bisa mencari solusi damai yang dapat menghindari konsekuensi yang lebih parah.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default