Berita Terkini: Ulama Iran Tetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Menggantikan Ali Khamenei

Bang Hendra
0
Berita Terkini: Ulama Iran Tetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Menggantikan Ali Khamenei

Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

Pemilihan pemimpin tertinggi baru Iran telah selesai dilakukan oleh Majelis Pakar. Dalam proses tersebut, Mojtaba Khamenei, putra kedua Ayatollah Ali Khamenei, ditunjuk sebagai pengganti ayahnya. Penunjukkan ini terjadi setelah sembilan hari kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026.

Majelis Pakar, yang terdiri dari 88 anggota, memilih Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga. Penunjukkan ini diumumkan melalui berbagai saluran media Iran, termasuk Tasnimnews.ir. Menurut laporan Al Jazeera, Mojtaba Khamenei tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum. Namun, selama beberapa dekade, ia menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di lingkaran dalam kekuasaan Iran serta memiliki hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Proses Penunjukan dan Reaksi Internal

Mohammad Mehdi Mirbagheri, tokoh terkemuka di Majelis Pakar, menyatakan bahwa penunjukan pengganti Ali Khamenei dilakukan secara hati-hati agar tidak ada penolakan di internal mereka. Majelis Pakar saat ini sedang berkumpul untuk menentukan nama pengganti Ali Khamenei. Dalam sebuah video yang dirilis oleh kantor berita Fars, kepala Akademi Ilmu Islam Qom menyatakan bahwa pendapat hampir pasti telah tercapai, dengan mayoritas yang signifikan telah terbentuk.

Ahmad Alamolhoda, tokoh ultra-konservatif di Majelis Pakar, juga mengonfirmasi bahwa pemimpin telah dipilih dan sekretariat Majelis Pakar harus segera mengumumkan hasilnya. Ia menegaskan bahwa semua rumor tentang belum adanya keputusan adalah kebohongan belaka. Semuanya kini bergantung pada sekretaris Majelis Pakar, Ayatollah Hosseini Bushehri, yang bertugas mengumumkan keputusan kepada publik.

Peran Donald Trump dalam Isu Pemimpin Baru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons terhadap langkah Iran yang akan segera mengumumkan pemimpin tertinggi baru. Trump berjanji akan memberikan pengaruh atas siapa yang dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya. “Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa jika pemimpin baru tidak mendapatkan persetujuan dari AS, maka dia tidak akan bertahan lama.

Trump juga menyatakan bahwa ia tidak ingin pemerintahan Iran ke depan kembali ke masa lalu. “Saya tidak ingin orang-orang harus kembali dalam lima tahun dan melakukan hal yang sama lagi, atau lebih buruk lagi, membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” katanya.

Profil Mojtaba Khamenei

Dilansir dari berbagai laporan media internasional, Mojtaba Khamenei merupakan putra kedua Ali Khamenei. Al Jazeera menulis bahwa Mojtaba dikenal sebagai ulama garis keras yang memiliki pengaruh kuat di lingkaran dalam kekuasaan Iran. Ia diketahui selamat dari serangan yang menewaskan ayahnya karena tidak berada di lokasi saat kompleks kediaman pemimpin tertinggi di Teheran diserang.

Hubungan dengan IRGC dan Kontroversi

Mojtaba diketahui memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), kekuatan militer elite yang menjadi pilar utama kekuasaan negara tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, namanya semakin sering disebut sebagai calon penerus utama Ali Khamenei yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

Meski jarang muncul di publik, Mojtaba tidak pernah memberikan pidato politik atau khutbah terbuka. Bahkan banyak warga Iran yang mengaku belum pernah mendengar langsung suaranya meskipun namanya sering disebut dalam lingkaran kekuasaan.

Selain itu, sejumlah kelompok oposisi Iran menuduh Mojtaba terlibat dalam penindasan terhadap demonstrasi anti-pemerintah. Tuduhan tersebut antara lain terkait dengan penanganan aksi protes besar yang dikenal sebagai Gerakan Hijau Iran 2009 setelah kemenangan pemilu presiden yang kontroversial oleh Mahmoud Ahmadinejad.

Kontroversi Kekayaan dan Status Keagamaan

Beberapa laporan media Barat juga menyebut bahwa Mojtaba memiliki jaringan ekonomi luas yang diduga terkait dengan berbagai aset di sejumlah negara. Namun, tuduhan tersebut belum pernah secara resmi dikonfirmasi dan Mojtaba sendiri tidak pernah memberikan tanggapan publik.

Dari sisi keagamaan, Mojtaba Khamenei saat ini menyandang gelar hojatoleslam, yaitu tingkat ulama menengah dalam hierarki ulama Syiah. Status ini sempat menimbulkan perdebatan karena posisi pemimpin tertinggi Iran biasanya dipegang oleh ulama dengan gelar ayatollah yang lebih tinggi.


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default