Bupati Situbondo Viral karena Video Call dengan Ladies Companion
Beberapa waktu terakhir, perhatian publik tertuju pada para kepala daerah di Indonesia. Baik dari sisi kebijakan maupun kontroversi yang muncul, banyak dari mereka yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di tengah situasi ini, sosok Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Situbondo Provinsi Jawa Timur, menjadi sorotan.
Ia viral setelah melakukan video call dengan seorang pemandu lagu atau ladies companion (LC). Aksi tersebut dibagikan di akun TikTok @masrio.bupatiku1 dan langsung menarik perhatian netizen. Dalam percakapan tersebut, wanita LC mengeluh bahwa tempat kerjanya ditutup selama puasa Ramadan.
"Pak Rio kapan kafe Situbondo dibuka? Dikarenakan LC, janda-janda gak kerja sama sekali pak," ujarnya. Bupati Rio kemudian bertanya, "Kamu orang mana?" dan wanita itu menjawab, "Perwakilan LC saya Pak Panjikidul."
Bupati Rio memberikan saran agar wanita tersebut mencari pekerjaan lain. Tidak hanya sampai di situ, ia juga berjanji akan mencarikan pekerjaan yang lebih baik. Diketahui lewat video call itu, wanita tersebut memiliki 50 teman yang berprofesi sama yakni sebagai LC. Ia meminta wanita tersebut untuk berhenti menjadi LC dan mencari pekerjaan lain.
"Udah berhenti aja jadi LC ya. Cari kerjaan lain aja ya. Saya carikan kerja. Pokoknya kamu janji berhenti ya," kata Bupati Rio. Wanita LC ini terlihat senang mendengar tawaran tersebut dan menjawab, "Siap (berhenti)."
Aksi Bupati Rio ini mendapatkan pujian dari warganet. Ia dianggap merangkul semua elemen masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakangnya. Netizen menyebutnya sebagai pemimpin yang diharapkan rakyat.
Profil Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Yusuf Rio Wahyu Prayogo lahir di Situbondo pada 30 Maret 1984. Ia merupakan sosok pemimpin daerah yang tumbuh dan besar dari lingkungan sederhana di tanah kelahirannya. Dengan latar belakang sebagai laki-laki yang memeluk agama Islam, perjalanan hidupnya menunjukkan konsistensi dalam menempuh pendidikan, berorganisasi, hingga berkiprah di dunia profesional.
Pendidikan dasarnya dimulai di SDN 2 Dawuhan Situbondo, kemudian dilanjutkan ke SMPN 1 Situbondo dan SMAN 1 Situbondo. Sejak masa sekolah, ia dikenal aktif dan memiliki ketertarikan pada kepemimpinan. Hal tersebut semakin terlihat ketika ia melanjutkan studi di Universitas Jember, tempat ia meraih gelar sarjana.
Lingkungan kampus menjadi titik penting dalam membentuk karakter dan pola pikirnya. Selama kuliah, Yusuf Rio tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP Universitas Jember pada periode 2007–2008, kemudian dipercaya memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jember pada 2008–2009.
Pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia menapaki dunia profesional dengan berbagai peran strategis. Ia pernah menjabat sebagai CEO Politika Research & Consulting, serta Direktur di PT. Sumber Arthayasa Bersama.
Selain itu, jiwa kewirausahaannya juga terlihat melalui kepemilikan beberapa usaha, seperti My Way Coffee dan DKN Company. Pengalaman di dunia bisnis ini memberinya pemahaman yang luas tentang manajemen, ekonomi, dan dinamika masyarakat.
Di bidang organisasi, keterlibatannya terus berlanjut. Ia menjadi pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Jakarta Selatan sejak tahun 2021 hingga sekarang, serta tercatat sebagai Dewan Pendiri Yayasan Mara Marda Institute sejak tahun 2020.

Kehidupan Pribadi dan Harta Kekayaan
Di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Rio maju menggandeng Ulfiyah. Pasangan calon urut nomor 1 itu melawan petahana Karna Suswandi-Nyai Khoirani. Berdasarkan data KPU, Yusuf Rio Wahyu Prayogo-Ulfiyah meraih suara terbanyak dengan 202.479 suara, sedangkan Karna Suswandi-Nyai Khoirani dengan 188.782 suara.
Rio memiliki harta kekayaan mencapai Rp.3.035.000.000. Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 13 Agustus 2024. Berikut rincian lengkapnya:
- Tanah Dan Bangunan Rp. 3.470.000.000
- Tanah Dan Bangunan Seluas 135 M2/50 M2 Di Kab / Kota Jember, Hasil Sendiri Rp. 520.000.000
- Tanah Seluas 90 M2 Di Kab / Kota Jember, Hasil Sendiri Rp. 400.000.000
- Tanah Dan Bangunan Seluas 197 M2/70 M2 Di Kab / Kota Jember, Hasil Sendiri Rp. 550.000.000
- Tanah Dan Bangunan Seluas 128 M2/200 M2 Di Kab / Kota Bogor, Hasil Sendiri Rp. 2.000.000.000
- Alat Transportasi Dan Mesin Rp. 420.000.000
- Mobil, Toyota Zenix Tahun 2023, Hasil Sendiri Rp. 400.000.000
- Motor, Yamaha Filano Tahun 2023, Hasil Sendiri Rp. 20.000.000
- Harta Bergerak Lainnya Rp. 31.000.000
- Surat Berharga Rp. 650.000.000
- Kas Dan Setara Kas Rp. 150.000.000
- Harta Lainnya Rp. ----
- Sub Total Rp. 4.721.000.000
- Utang Rp. 1.686.000.000
- Total Harta Kekayaan (Ii-Iii) Rp. 3.035.000.000