Mobilitas Lebaran 2026 Naik, Pemerintah Ingatkan Pemudik Waspadai Arus Balik H+3

Bang Hendra
0


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum selama periode H-8 hingga H-1 Lebaran 1447 Hijriah, atau sejak tanggal 13 hingga 20 Maret 2026, mencapai 10.003.583 orang. Angka ini meningkat sebesar 9,23 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 9.158.315 penumpang.

Ernita Titis Dewi, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, menjelaskan bahwa kenaikan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri. Selain itu, peningkatan ini juga mencerminkan kepercayaan publik terhadap layanan transportasi umum yang terus diperbaiki.

Secara detail, pergerakan penumpang melalui berbagai moda transportasi mengalami kenaikan. Moda perkeretaapian menjadi yang terbesar dengan total penumpang sebanyak 2.981.945 orang, naik 13,22 persen dari tahun lalu. Diikuti oleh angkutan penyeberangan dengan 2.482.303 penumpang, tumbuh 14,78 persen. Sementara itu, angkutan udara melayani 2.190.282 penumpang, meningkat 3,05 persen. Angkutan darat mencatat 1.587.060 penumpang, naik 9,18 persen, dan angkutan laut menyediakan layanan bagi 761.993 penumpang.

Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan juga mengalami dinamika signifikan. Pada H-1, jumlah kendaraan yang keluar dari gerbang tol Jakarta tercatat sebanyak 117.016 unit, sedangkan kendaraan yang masuk mencapai 66.210 unit. Secara keseluruhan, lalu lintas kendaraan di gerbang tol Jabodetabek mencapai 248.349 unit, sementara di wilayah non-Jabodetabek tercatat 236.758 unit.

Pergerakan kendaraan di jalur arteri juga terpantau padat. Kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek mencapai 474.454 unit, sedangkan yang masuk sebanyak 360.479 unit. Di luar Jabodetabek, pergerakan kendaraan di jalur arteri tercatat sebanyak 491.901 unit.

Pada H-1 Lebaran saja, jumlah penumpang angkutan umum mencapai 915.635 orang. Moda kereta api kembali mendominasi dengan 302.823 penumpang, disusul oleh angkutan udara sebanyak 207.261 penumpang, penyeberangan 189.804 penumpang, angkutan darat 161.054 penumpang, dan angkutan laut 54.693 penumpang.

Dari sisi ketepatan waktu, kinerja angkutan umum menunjukkan capaian yang relatif baik. Perkeretaapian antarkota mencatat tingkat ketepatan waktu sebesar 98,20 persen dan perkeretaapian regional 98,90 persen. Angkutan laut mencapai 95,70 persen, sementara angkutan udara domestik 85,79 persen dan internasional 70,24 persen. Adapun angkutan darat dan penyeberangan masing-masing mencatat 72,49 persen dan 63,19 persen.

Pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 sendiri mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 59 Tahun 2026. Pengelolaan operasional dilakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas sektor dan pemantauan intensif di berbagai simpul transportasi.

Kemenhub mengingatkan masyarakat untuk mulai mengantisipasi arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026 atau H+3. Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal, menghindari waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal guna mengurangi kepadatan.

Selain itu, kesiapan pribadi juga menjadi perhatian. Pemudik diminta memastikan kondisi fisik tetap prima, membawa obat-obatan yang diperlukan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Penggunaan moda transportasi resmi dan berizin juga ditekankan, disertai kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama arus balik Lebaran, sehingga momentum mudik tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default