Nenek Teriak, Korban Luka Akibat Kecelakaan Maut di Majalengka

Bang Hendra
0
Nenek Teriak, Korban Luka Akibat Kecelakaan Maut di Majalengka

Pengalaman Korban Selamat dalam Kecelakaan Maut di Cingambul

Ratna Wulan, salah satu korban selamat dari kecelakaan maut yang terjadi di Cingambul, Majalengka, menceritakan pengalamannya saat mobil Isuzu Elf yang ditumpanginya terjun ke jurang. Peristiwa tersebut terjadi setelah rombongan melakukan perjalanan ziarah dan wisata sejak pagi hari.

Rombongan Berangkat Dari Karawang

Rombongan berangkat dari Karawang pada hari Minggu pagi dengan tujuan untuk ziarah dan wisata ke beberapa tempat seperti Ciamis, Tasik, dan Pangandaran. Perjalanan dimulai sekitar pukul 06.00 pagi dan mereka tiba di Ciamis atau Tasik sekitar pukul 06 atau 07 pagi. Setelah sampai, rombongan melakukan istirahat dan ziarah sebelum melanjutkan perjalanan ke Pangandaran.

Setelah menghabiskan waktu di Pangandaran, rombongan kembali pulang pada sore hari. Mereka tiba di rumah sekitar pukul 16.00 dan kemudian melanjutkan perjalanan kembali. Rombongan sempat singgah di Ciamis untuk makan sebentar dan mengambil barang sebelum akhirnya kembali pulang.

Kelelahan dan Keputusan untuk Melanjutkan Perjalanan Malam Hari

Ratna mengungkapkan bahwa kondisi rombongan saat itu sudah sangat lelah. Ada kekhawatiran untuk tidak melanjutkan perjalanan malam hari karena belum cukup beristirahat. Namun, sopir memutuskan untuk segera pulang karena mobilnya sudah ada yang menyewa untuk keperluan berikutnya.

Perjalanan dilakukan di malam hari, dan jalur yang digunakan bukan rute biasa yang mereka lalui sebelumnya. Ratna mengatakan bahwa sebagian besar penumpang sudah tertidur selama perjalanan. Di tengah perjalanan, beberapa penumpang mencoba memberi peringatan kepada sopir agar berhati-hati.

Peringatan dan Kondisi Jalan yang Licin

“Nenek sempat menjerit, ‘awas, bawa mobilnya jangan kencang-kencang’. Abah juga bilang, ‘pelan-pelan saja jangan kencang-kencang’,” ujar Ratna. Namun, kondisi jalan yang licin akibat hujan membuat situasi semakin berbahaya.

Saat itu, banyak penumpang mulai teriak dan merasa khawatir. Tiba-tiba, mobil terjatuh ke jurang. Ratna tidak bisa mengingat apa yang terjadi setelah itu. Ia hanya ingat ketika ia tersadar dalam kondisi medis di rumah sakit.

Kesadaran dan Pemulihan

Setelah kejadian tersebut, Ratna mengaku kehilangan kesadaran. Ia baru tersadar ketika sudah berada di bawah penanganan medis. Saat ini, ia sedang menjalani perawatan di RSUD Cideres Majalengka. Pengalaman buruk ini menjadi pelajaran penting bagi semua penumpang dan pengemudi tentang pentingnya kesadaran dan kewaspadaan saat berkendara, terutama di kondisi cuaca yang tidak menentu.


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default