Kronologi Bocah 8 Tahun yang Diduga Tenggelam di Dam Colo
Kasus bocah berusia 8 tahun yang diduga tenggelam di Dam Colo, Kebakkramat, Karanganyar, mengejutkan warga setempat. Kejadian ini terjadi setelah korban menghilang setelah disuruh tidur oleh neneknya. Korban bernama Faiz Khourun Nizam, anak dari Didik Prasetyo dan Fatimah Wulandari, tinggal di Dusun Tas Gunting, RT 02 RW 09.
Awal Kejadian
Awalnya, korban berada di rumah dan disuruh tidur oleh sang nenek sekitar pukul 01.00. Namun, sekitar pukul 02.00, neneknya kaget karena cucunya tidak ada di kamar dan pintu depan rumah terbuka. "Korban disuruh tidur simbahnya, namun satu jam kemudian, simbahnya mengecek kamar korban, namun sudah tidak ditemukan keberadaannya dengan kondisi pintu depan rumah terbuka dan gemboknya juga tidak ada," ujar Kalak BPBD Karanganyar Hendro Prayitno.

Laporan Orang Hilang
Keluarga segera melaporkan kehilangan orang tersebut, dengan dugaan korban tenggelam di sungai DAM Colo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu kemarin. "Kami menerima laporan ada orang hilang diduga menjadi korban tenggelam di sungai DAM Colo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar kemarin Minggu," tambah Hendro.
Pencarian Awal
Pencarian awal oleh keluarga menemukan celana korban di perempatan selatan rumah pukul 02.30 WIB. "Keluarga menemukan celana di selatan rumahnya tempat biasa korban bermain dan ada warga yang melihat korban bermain air dan tanah di sana," kata Hendro.
Pembagian Tim Pencarian
Keluarga kemudian meminta bantuan warga dan relawan untuk mencari korban. Tim dibagi tiga untuk menyisir sekitar rumah, sawah, hingga sungai. "Setelah itu, dibagi 3 tim untuk menyisir di sekitaran rumah korban dan ke sawah sekitar rumah, warga juga menyisir ke sungai dam Colo dengan teknik Boyo kurang lebih 1 sampai 2 kilometer," jelas Hendro.
Perilaku Korban
Diketahui, korban memang sering keluar rumah, baik siang maupun malam, dan gemar bermain air di sungai selatan rumah. Ia hanya mau berinteraksi dengan keluarga. "Jika tidak dicari, korban tidak mau pulang. Korban tersebut pendiam diajak bicara siapa pun tidak mau berbicara hanya mau berbicara dengan orang tuanya," ujar Hendro.
Proses Pencarian Lanjutan
Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan. "Kemarin sudah dilakukan pencarian, namun hasil masih nihil, dan akan dilanjutkan, pagi ini jam 8 pagi dan dari hasil koordinasi, debit air akan dikurangi atau dialihkan ileh BBWS dan dilakukan pencarian dengan susur sungai," pungkasnya.