Kasus Ledakan Mercon Tewaskan Anak di Semarang: Polisi Tangkap Pemasok

Bang Hendra
0


Kasus ledakan mercon yang menewaskan seorang anak berusia 9 tahun di Kota Semarang selama momen Lebaran kini telah terungkap. Polisi berhasil menangkap pemasok bahan baku mercon tersebut, yaitu SR (38 tahun), warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Menurut Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, pelaku ditangkap pada Rabu, 25 Maret 2026, sekitar pukul 15.30 WIB di rumahnya di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura.

“Sudah diamankan satu orang dalam kasus tindak pidana penyalahgunaan bahan peledak (handak) yang mengakibatkan korban jiwa,” ujar Agung, Selasa (31/3).

Pelaku diketahui menjual bahan peledak atau bubuk mercon secara ilegal melalui platform media sosial.

“Jadi pelaku menawarkan bahan-bahan tersebut secara daring melalui akun TikTok. Ini bahaya sekali karena bahan yang diperjualbelikan berpotensi menimbulkan ledakan jika dirakit tanpa standar keamanan,” tegas dia.


Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit ponsel serta sejumlah bahan kimia berupa bubuk pupuk, aluminium powder, dan belerang dengan masing-masing berat sekitar 250 gram.

“Pelaku kami jerat dengan pasal terkait penyalahgunaan bahan peledak. Kami mengimbau masyarakat agar tidak memperjualbelikan ataupun merakit bahan berbahaya secara ilegal karena berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa,” kata Agung.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, sekitar pukul 01.00 WIB atau saat malam Lebaran, seorang bocah di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang berinisial GL (9) tewas usai bubuk petasan meledak di rumahnya.

Tidak hanya menewaskan GL, dalam peristiwa ini tiga orang juga terluka. Rumah korban juga hancur akibat ledakan tersebut. Diduga petasan meledak saat sedang diracik.

Penjelasan Terkait Kejahatan Bahan Peledak

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat mercon biasanya terdiri dari campuran bahan kimia seperti belerang, aluminium powder, dan pupuk. Meskipun bahan-bahan ini umumnya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, penggunaannya untuk tujuan ilegal sangat berisiko.

  • Penggunaan bahan peledak tanpa izin atau pengetahuan yang benar bisa menyebabkan kecelakaan serius.
  • Bahan-bahan seperti belerang dan aluminium powder memiliki sifat mudah bereaksi, terutama jika dicampur dengan bahan lain.
  • Ledakan yang terjadi bisa merusak properti dan membahayakan nyawa manusia.

Peran Media Sosial dalam Perdagangan Ilegal

Media sosial, khususnya aplikasi seperti TikTok, sering kali menjadi tempat bagi pelaku kejahatan untuk menjual barang ilegal.

  • Pelaku menggunakan akun media sosial untuk menawarkan produk mereka kepada calon pembeli.
  • Keberadaan konten yang menampilkan cara membuat mercon atau bahan-bahan yang digunakan bisa memicu minat para pemuda.
  • Dengan akses yang mudah, banyak orang yang tidak memahami risiko justru tertarik untuk mencoba.

Langkah Pemerintah dan Polisi

Polisi telah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi peredaran bahan peledak ilegal.

  • Penangkapan pelaku SR merupakan bagian dari upaya pencegahan kejahatan serupa di masa depan.
  • Penyidik akan memeriksa lebih lanjut apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam penjualan bahan-bahan tersebut.
  • Masyarakat diimbau untuk tidak membeli atau merakit bahan berbahaya tanpa izin resmi.

Kesimpulan

Insiden ledakan mercon yang menewaskan seorang anak di Semarang menunjukkan betapa pentingnya pengawasan terhadap peredaran bahan peledak ilegal. Tidak hanya itu, masyarakat juga harus sadar akan risiko yang muncul dari aktivitas yang tampaknya sederhana namun berpotensi berbahaya. Dengan kesadaran dan perhatian yang lebih besar, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default