Dua Karyawan Ditangkap Terkait Pembunuhan Rekan Kerja di Kedai Ayam Geprek
Dua karyawan dari sebuah kedai ayam geprek berinisial S (27) dan DS (23) ditangkap oleh pihak kepolisian sebagai tersangka pembunuh rekan kerja mereka, Abdul Hamid. Kejadian ini terjadi di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Sebelum jasad Abdul Hamid ditemukan, kedua pelaku sempat memberikan informasi palsu kepada pemilik kedai dengan alasan pamit mudik Lebaran 2026. Mereka mengatakan bahwa mereka akan pulang kampung, sementara korban tetap berada di kios karena tidak memiliki keluarga.
Selain melakukan pembunuhan, kedua pelaku juga diduga mengambil dua unit sepeda motor operasional dan uang tunai senilai Rp 500.000 dari kios tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan bukan hanya sekadar pembunuhan, tetapi juga tindakan pencurian yang terencana.
Penemuan Jasad dalam Freezer
Pemilik kios ayam geprek, ES (32), mengungkapkan awal mula penemuan jasad Abdul Hamid. Ia sedang mudik Lebaran dan meninggalkan kios dalam penjagaan Abdul Hamid, yang bekerja sebagai petugas freelance. Dua karyawan lainnya juga pulang kampung, sehingga korban menjaga kios sendirian.
Pada Jumat (27/3/2026), ES mencoba menghubungi karyawannya untuk memastikan kesiapan operasional kios yang rencananya akan dibuka kembali pada Sabtu (28/3/2026). Namun, setelah mendapat balasan singkat, komunikasi tiba-tiba terputus, membuat ES curiga.
ES akhirnya memutuskan untuk kembali ke Bekasi dan tiba di kios pada Sabtu dini hari. Saat sampai di lokasi, ia melihat rolling door dalam kondisi sedikit terbuka dan suasana kios tampak sepi. Setelah masuk, ia tidak menemukan para pekerjanya maupun motor operasional kios.
Saat hendak mengambil stok ayam, ES membuka freezer dan melihat gulungan selimut mencurigakan. Ketika selimut tersebut diiris menggunakan pisau, ia melihat bagian yang menyerupai kulit manusia dan langsung melapor ke polisi. Petugas kepolisian yang datang kemudian memastikan bahwa jasad tersebut adalah Abdul Hamid.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan autopsi. Selain menemukan jasad Abdul Hamid, pemilik kios juga mendapati dua sepeda motor dan uang tunai Rp 500.000 hilang dari kiosnya.
Karakteristik Abdul Hamid
Abdul Hamid dikenal sebagai sosok yang baik dan sederhana oleh warga sekitar. Sehari-hari, korban hidup sederhana dan kerap berinteraksi dengan warga di lingkungan tempat tinggalnya. Ia juga diketahui telah cukup lama bekerja membantu usaha ayam goreng milik ES (32).
Aang Wijaya (38), pedagang rujak yang berjualan di sekitar lokasi, mengatakan bahwa Abdul Hamid telah sekitar 2,5 tahun bekerja di kios tersebut. Menurut Aang, Abdul Hamid baik, tidak temperamen, dan sering berinteraksi dengan warga sekitar. Ia juga dikenal ramah dan mudah bergaul.

Ia kerap menghabiskan waktu bersama warga sekitar dalam aktivitas sederhana, seperti minum kopi dan berbincang santai. Aang mengatakan bahwa Abdul Hamid tidak pernah macam-macam dan tidak pernah mencuri.
Menurut Aang, dua terduga pelaku yang bekerja di kios yang sama memiliki masa kerja berbeda. Salah satunya merupakan karyawan lama, sementara satu lainnya tergolong baru. Meski demikian, Aang mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian. Ia bahkan sempat mengira insiden tersebut hanya kasus pencurian.