Apa Itu Hantavirus yang Tewaskan 3 Orang di Kapal MV Hondius?

Bang Hendra
0
Apa Itu Hantavirus yang Tewaskan 3 Orang di Kapal MV Hondius?

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius: Situasi Terkini dan Penjelasan WHO

Kasus kematian yang diduga terkait wabah hantavirus di dalam kapal pesiar MV Hondius, yang sedang berlayar di Samudra Atlantik, telah memicu perhatian global. Tiga orang meninggal dunia, sementara lima kasus lainnya masih dalam penyelidikan. Kapal tersebut berlayar dari Argentina menuju Cape Verde, dan saat ini tampaknya telah diam di lepas pantai Tanjung Verde setidaknya selama 24 jam.

Menurut laporan dari Kompas.com, WHO telah mengonfirmasi satu kasus positif, sementara lima kasus dugaan lainnya masih dalam proses penyelidikan intensif. Operator kapal menyatakan bahwa tidak ada izin diberikan untuk penumpang turun di kepulauan tersebut.

MV Hondius memiliki panjang 107,6 meter dan lebar 17,6 meter. Kapal ini dilengkapi dengan 80 kabin yang dapat menampung hingga 170 penumpang serta 57 awak kapal, 13 pemandu wisata, dan satu dokter. Departemen Kesehatan Afrika Selatan melaporkan bahwa kapal tersebut membawa sekitar 150 wisatawan.

WHO Minta Tidak Panik

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap potensi penyebaran luas hantavirus tidak berdasar. Meski sempat mencuat laporan tiga kematian warga Belanda tersebut, WHO memastikan risiko bagi masyarakat global tetap rendah dan tidak memerlukan langkah drastis seperti pembatasan perjalanan internasional.

Hans Kluge, Kepala Kantor WHO Regional Eropa, menjelaskan bahwa infeksi hantavirus biasanya berkaitan erat dengan paparan lingkungan, terutama kontak dengan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi. Ia menekankan bahwa meskipun dalam beberapa kasus penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi serius, penularannya tidak mudah terjadi antar manusia.

“Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah. Tidak ada alasan untuk panik atau melakukan pembatasan perjalanan,” ujar Kluge dalam pernyataannya melalui platform X, Senin (4/5/2026). WHO juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa harus bereaksi berlebihan.

Fokus utama pencegahan adalah menghindari paparan lingkungan yang berpotensi terkontaminasi oleh hewan pengerat, terutama di area tertutup atau jarang dibersihkan.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah keluarga virus yang biasanya menyebar melalui paparan urin, air liur, atau feses dari hewan pengerat yang terinfeksi, seperti tikus atau mencit. Infeksi hantavirus jarang terjadi tetapi dapat menyebabkan infeksi pernapasan serius yang dikenal sebagai sindrom paru hantavirus.

Gejala biasanya dimulai dengan kelelahan, demam, dan nyeri otot, tetapi juga dapat meliputi sakit kepala, pusing, menggigil, dan masalah tambahan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. Penyakit ini kemudian dapat berkembang menjadi batuk, sesak napas, dan rasa sesak di dada karena paru-paru terisi cairan. Lebih dari sepertiga pasien yang mengalami gejala pernapasan dapat meninggal karena sindrom ini.

Langkah Pencegahan yang Efektif

Untuk mencegah penyebaran hantavirus, penting untuk menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat dan lingkungan yang berpotensi terkontaminasi. Jika terdapat kecurigaan infeksi, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Selain itu, masyarakat disarankan untuk tetap memperhatikan informasi resmi dari organisasi kesehatan seperti WHO dan instansi terkait. Dengan kesadaran yang tinggi dan tindakan pencegahan yang tepat, risiko penyebaran hantavirus dapat diminimalkan.


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default