Presiden Prabowo Mengingatkan Jajaran Pemer政府 untuk Menertibkan Birokrasi
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perintah penting kepada jajarannya dalam pidato yang disampaikan pada Rapat Paripurna ke-19 DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, di gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5). Dalam pidatonya, ia meminta agar praktik pengawalan ilegal atau backing yang dilakukan aparat terhadap para pengusaha nakal segera dihentikan.
“Tapi biasanya mereka-mereka (pengusaha) itu ada backing-nya. Backing-nya biasanya seragamnya itu kalau nggak ‘hijau’ ya ‘coklat’,” ujarnya.
Prabowo menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi kinerja birokrat dan aparat. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika menemukan tindakan tidak sesuai. Bahkan, ia meminta rakyat untuk merekam video sebagai bukti jika diperlukan.
“Saya minta rakyat (merekam) video. Jangan kau ngelawan, jangan dilawan, video saja, lapor langsung ke saya,” katanya.
Penyimpangan Birokrasi yang Harus Diwaspadai
Presiden juga mengingatkan jajaran menteri untuk menertibkan para birokrat di bawahnya. Pengalaman puluhan tahun bekerja di pemerintahan membuat sejumlah oknum birokrat menyalahgunakan wewenang mereka untuk melakukan tindakan korupsi. Prabowo mengaku tahu akal-akalan birokrat. Ketika presiden memberi perintah, kadang perintah tersebut masih bisa diakali. Entah itu melalui peraturan menteri, peraturan teknis, atau sekadar rekomendasi.
“Akal-akalnya itu. Saya ingatkan ya, semua menteri, tertibkan birokrasimu ke bawah,” kata Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa jabatan menteri hanya berlangsung maksimal lima tahun, jika tidak terkena reshuffle. Sedangkan birokrat memiliki banyak pengalaman karena lama di pemerintahan.
Contoh Akal-Akal Birokrat Nakal
Salah satu contoh akal-akal yang kerap dipakai birokrat nakal adalah meminta tanda tangan pimpinan saat sore hari, saat menteri sudah lelah.
“Nah, ciri khas birokrat, dia akan minta tanda tangan pada waktu pukul 17:30 WIB. Kamu sudah capek, dia datang minta tanda tangan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa tidak ada negara maju yang tidak unggul dalam memberikan pelayanan publik. Tidak ada negara yang maju kalau pemerintah atau birokrasinya lemah.
“Kita harus bertekad terus membangun pemerintah yang kuat, pemerintah yang profesional, pemerintah yang tidak korup. Kita harus bersama-sama menjaga semua,” tegasnya.
Teknologi sebagai Alat Pemantauan
Untuk itu, Prabowo mengingatkan jajarannya, termasuk pemerintah daerah, untuk segera mengambil inisiatif membersihkan birokrasi masing-masing. Jangan ragu-ragu untuk menindak jika ada pelanggaran.
“Jangan mengira sekarang engkau jadi bupati, engkau jadi gubernur, kita tidak bisa monitor dari sini. Sekarang teknologi sudah hebat, cepat kita akan tahu kalau ada penyimpangan,” katanya.
