Puluhan Santri di Pati Takut Melapor Karena Pelaku Masih Berkeliaran

Bang Hendra
0

Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Masih Takut Melapor

Banyak santri korban dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, masih takut untuk melaporkan pelaku. Hal ini disebabkan oleh ketakutan terhadap ancaman dan intimidasi yang dialami para korban. Kuasa hukum korban, Ali Yusron, menyatakan bahwa tersangka pengasuh ponpes berinisial AS belum ditangkap oleh pihak kepolisian, sehingga membuat para korban merasa tidak aman.

Menurut Ali Yusron, sejauh ini hanya ada satu laporan resmi dari korban dugaan kekerasan seksual. Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah menangkap dan menahan tersangka agar para korban merasa lebih aman dan siap untuk melaporkan kasus ini.

"Yang penting ditangkap dulu lalu ditahan. Ini (rencana) ada yang lapor nanti tiga orang, korban-korban ini pada takut. Kalau nanti ditangkap, ditahan, baru mereka lapor lagi," ujar Ali Yusron dalam pernyataannya.

Trauma dan Ancaman yang Mengintai

Para korban, yang jumlahnya puluhan santri, masih mengalami trauma akibat kekerasan yang dialaminya. Ali Yusron menjelaskan bahwa tersangka pernah memukul korban jika tidak mengikuti keinginannya. Selain itu, tersangka juga mengancam akan mengeluarkan korban dari ponpes jika tidak menuruti perintahnya.

"Pokoknya harus mengikuti ajakan Pak Kiai tersebut. Traumanya seperti itu, dan diancam akan dikeluarkan dari pondok pesantren," ucapnya.

Ali juga mengungkap bahwa dirinya sempat ditawari uang ratusan juta rupiah oleh tersangka untuk menghentikan pengawalan kasus ini. Tawaran tersebut disampaikan melalui orang suruhan tersangka. Meskipun begitu, Ali menolak tawaran tersebut dan tetap bersikeras untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang.

Penawaran Uang Tutup Mulut

Menurut Ali Yusron, penawaran uang tutup mulut disampaikan dua kali, yaitu 300 juta dan 400 juta rupiah. Namun, ia menolak kedua tawaran tersebut dan bahkan menerima ancaman dari pihak tersangka. Meski demikian, Ali tidak menganggap ancaman tersebut sebagai hambatan dalam proses pengawalan kasus ini.

Ia percaya bahwa masih ada banyak korban lain yang belum melaporkan kejadian ini. Ali juga menyebut bahwa ada kemungkinan adanya rangkaian peristiwa yang terkait dengan kasus ini, termasuk ketua yayasan yang mungkin juga terlibat.

Pelaku Menghilang?

Keberadaan Ashari, kiai sekaligus pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, yang menjadi tersangka dugaan pencabulan santriwati, masih menjadi misteri. Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui keberadaan tersangka. Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro, menyatakan bahwa Ashari sengaja memutus komunikasi dengan orang terdekatnya.

"Pelaku saat ini memang tidak kooperatif, tidak memberikan info apa pun kepada PH (penasihat hukum) maupun kepada penyidik," jelas Iswantoro.

Iswantoro juga mengungkapkan bahwa tersangka sempat berjanji untuk kooperatif. Namun, kenyataannya, Ashari justru memutus komunikasi. Pihak keluarga juga tidak mengetahui keberadaan pelaku di mana.

Hilang 3 Bulan Lalu

Salah satu warga yang tinggal di sekitar ponpes, Ahmad Nawawi, menyebut tersangka sudah tidak terlihat di lingkungan pesantren. Ia mendapat informasi bahwa Ashari sudah menghilang sejak tiga bulan lalu. Selain itu, Nawawi juga mendapat laporan bahwa tersangka sempat terlihat di Kabupaten Kudus, Jateng, pada Senin (4/5/2026) untuk mengadakan acara mingguan.

"Kalau tidak ada tindakan secepatnya dari Kapolresta Pati, kami warga akan mengadakan aksi kedua secara besar-besaran di Mapolresta Pati," katanya.

Lebih lanjut, ia membenarkan bahwa sosok Ashari sudah meresahkan bagi warga sekitar bahkan sebelum kasus dugaan pencabulan yang dilakukannya viral di media sosial. Dia menyebut tersangka juga diduga terlibat dalam kasus pemerasan dan penipuan.

"Masyarakat sudah resah karena banyaknya korban, adanya pemerasan, penipuan, dan pencabulan seksual pada santri putri, khususnya anak di bawah umur," ungkapnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default