Kontroversi Film Pesta Babi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Bang Hendra
0


Polemik Film Dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita kembali menjadi perhatian setelah menghadapi berbagai penolakan dan pembubaran pemutaran di beberapa daerah. Kini, kasus ini memasuki babak baru dengan adanya laporan resmi terhadap penanggung jawab peluncuran film tersebut.

Laporan tersebut diajukan oleh Mama Sinta, seorang tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan. Ia melaporkan Ketua LBH Merauke, Johnny Teddy Wakum, yang diketahui bertanggung jawab atas peluncuran film tersebut. Laporan ini dilakukan melalui kuasa hukumnya, T.S. Hamonangan Daulay, dan telah diterima oleh Subdirektorat Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.

Mama Sinta menilai dirinya telah dijadikan objek dalam film tanpa persetujuannya. Ia menyatakan bahwa wajah dan keterlibatannya dalam film dokumenter itu dipublikasikan tanpa izin. Menurutnya, ia tidak pernah memberikan persetujuan agar dirinya ditampilkan atau film tersebut diputar di berbagai daerah.

Menurut pengakuan Mama Sinta, ia hanya mengetahui adanya kegiatan yang berkaitan dengan pemotongan babi yang dibawa seseorang yang dikenalnya sebagai Bang Tigor ke Papua. Baru setelah menonton tayangan pada 8 April 2026, ia mengetahui bahwa yang diputar adalah film dokumenter berjudul Pesta Babi. Ia merasa dirugikan karena identitas serta wajahnya ditampilkan dalam berbagai pemutaran film tersebut.

Dalam laporannya, Mama Sinta juga meminta seluruh bentuk publikasi film tersebut dihentikan, baik melalui platform digital maupun pemutaran langsung di berbagai daerah. Ia membantah tudingan bahwa perjalanannya ke Jakarta untuk melaporkan persoalan terkait film Pesta Babi dibiayai pengusaha atau difasilitasi pihak tertentu. Ia menegaskan bahwa keberangkatannya dilakukan atas inisiatif pribadi dan menggunakan biaya sendiri.

Mama Sinta juga membantah pernah bertemu dengan pengusaha yang disebut-sebut mendanai perjalanannya. Ia menegaskan bahwa alasan utamanya adalah harga diri.

Johnny Teddy Wakum, ketua LBH Merauke yang dilaporkan, menyatakan menghormati langkah hukum yang ditempuh Mama Sinta. Ia meminta publik tidak menyudutkan atau menghakimi tokoh adat tersebut di tengah proses yang berjalan. Teddy mengaku masih berupaya memahami perubahan sikap Mama Sinta dan menyebut pihaknya belum berhasil menjalin komunikasi langsung sejak beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, sutradara film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, juga menyampaikan sikap serupa. Ia meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada Mama Sinta dan menegaskan bahwa tokoh adat Malind tersebut telah lama memperjuangkan hak-hak komunitasnya jauh sebelum proses produksi film berlangsung.

Dandhy mengatakan bahwa tim produksi kehilangan kontak dengan Mama Sinta sejak film dirilis. Meski demikian, upaya komunikasi tetap dilakukan melalui keluarga guna menyelesaikan persoalan yang muncul. Ia berharap polemik tersebut tidak mengalihkan perhatian publik dari isu utama yang diangkat film, yakni konflik lahan, proyek strategis nasional, dan persoalan yang dihadapi masyarakat adat di Papua Selatan.

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita merupakan film dokumenter investigatif berdurasi 95 menit yang disutradarai Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale. Film ini mengangkat perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan, khususnya suku Malind, Yei, Awyu, dan Muyu, dalam mempertahankan tanah adat dari ekspansi berbagai proyek pembangunan.

Film tersebut pertama kali diputar dalam gala premiere di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 12 April 2026. Setelah itu, pemutarannya berlangsung di berbagai forum diskusi publik, kegiatan akademik, hingga luar negeri. Namun, sejumlah agenda pemutaran sempat menghadapi penolakan dan pembubaran di beberapa daerah. Saat ini, film tersebut telah tersedia dan dapat disaksikan secara gratis melalui kanal YouTube.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default