
Kebakaran yang terjadi di Jalan Danau Poso No. 30, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Minggu (14/6) lalu, menghanguskan tiga unit bangunan tempat usaha. Kejadian ini diduga kuat disebabkan oleh minyak goreng yang terlalu panas saat dipanaskan di atas kompor.
Tiga tempat usaha yang menjadi korban adalah Stumpys Bar milik Mea Hutapea, 41; My Bar Sanur milik Desi Yuningaih, 47; dan Ayu Marsini SPA milik Ayu Marsini, 43. Kebakaran terjadi dengan cepat karena lokasi kejadian memiliki banyak bahan-bahan yang mudah terbakar. Selain itu, semua tempat usaha yang terbakar berada dalam satu blok bangunan, sehingga api dengan mudah merembet ke bangunan lainnya.
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, kejadian bermula saat seorang karyawan Stumpys Bar bernama Eva Wani Manurung, 35, sedang memanaskan minyak goreng di dapur. Tak lama kemudian, api tiba-tiba muncul dari dalam wajan. Eva mencoba memadamkan api dengan menutup wajan menggunakan kain basah dan mematikan kompor gas. Namun, api justru membakar kain tersebut dan semakin besar.
“Saksi kemudian berteriak meminta tolong. Warga sekitar sempat datang membawa alat pemadam api ringan (APAR) untuk menyemprot sumber api,” ujar Iptu Gede Adi Saputra Jaya.
Setelah APAR habis, api kembali berkobar dan menyambar atap dapur yang posisinya cukup rendah. Dalam hitungan menit, kobaran api langsung melahap bangunan Stumpys Bar. Karena bangunan tersebut berada dalam satu blok dan menyimpan banyak bahan yang mudah terbakar, api dengan cepat merembet ke bangunan sebelahnya, yaitu My Bar Sanur dan Ayu Marsini SPA.
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi kejadian. Dengan mengerahkan delapan armada mobil pemadam, petugas langsung berjibaku menjinakkan api di lokasi. Amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 15.20 WITA.
“Korban jiwa nihil, hanya kerugian materiil berupa tiga unit blok bangunan usaha yang hangus terbakar. Untuk total nilai kerugian belum bisa ditaksir karena para pemilik masih melakukan pendataan,” tambah Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Penyebab Kebakaran
Kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh minyak goreng yang terlalu panas saat dipanaskan di atas kompor. Saat itu, Eva Wani Manurung sedang memanaskan minyak goreng di dapur. Tidak ada indikasi adanya kesalahan teknis atau kebocoran gas. Namun, karena minyak yang terlalu panas, api muncul secara tiba-tiba dan sulit dikendalikan.
Respons Masyarakat
Warga sekitar langsung bereaksi cepat setelah melihat api. Mereka membawa alat pemadam api ringan (APAR) untuk mencoba memadamkan api. Meski sempat berhasil memadamkan api, kondisi kembali memburuk setelah APAR habis. Hal ini membuat api kembali berkobar dan merambat ke bangunan lain.
Proses Pemadaman
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dalam waktu singkat. Mereka menggunakan delapan armada mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api. Proses pemadaman memakan waktu hingga beberapa jam, hingga akhirnya api dapat sepenuhnya dipadamkan.
Kerugian Material
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi tiga unit bangunan usaha mengalami kerusakan parah. Para pemilik bangunan masih melakukan pendataan untuk mengetahui besarnya kerugian. Sampai saat ini, nilai kerugian belum bisa diperkirakan.