
Kematian Mendadak Ikan Dewa di Kuningan Menjadi Perhatian Serius
Kematian mendadak ikan dewa (Tor soro) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah menjadi perhatian serius dari para ahli. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Sri Nuryati, menyoroti pentingnya segera memeriksa penyebab pasti fenomena tersebut, termasuk masalah pada kualitas air habitat ikan. Saat ini, populasi ikan endemik yang diperkirakan hanya tersisa 200 ekor dari sekitar 1.000 ekor di Kolam Keramat Cigugur, Kuningan, mengkhawatirkan.
Menurut Sri Nuryati, kondisi air memiliki dampak besar terhadap kesehatan ikan. Organ seperti insang yang langsung berinteraksi dengan air merupakan bagian paling rentan terhadap perubahan lingkungan. Tingginya kadar bahan organik, penurunan oksigen, serta perubahan suhu dapat mengganggu fungsi insang.
"Kondisi ini membuka peluang bagi mikroorganisme akuatik seperti bakteri, jamur, protozoa, maupun parasit multiseluler untuk menempel dan menginfeksi," ujarnya. "Biasanya bakteri menjadi penginfeksi sekunder, sementara penginfeksi primer kadang berasal dari parasit, misalnya Lernaea sp."
Meski sempat beredar kabar tentang keberadaan parasit cacing jangkar (*Lernaea sp.), Sri tetap menyarankan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti. Selain itu, pemberian garam atau obat tanpa mengetahui penyebab utama sering tidak efektif. Menurut dia, kolam yang tidak dikuras dalam waktu lama berpotensi menurunkan kualitas air. Sisa pakan yang tidak termakan juga akan terurai menjadi amonia yang bersifat toksik.
"Amonia itu tidak baik, ikan tidak bisa mentoleransi ammonia pada konsentrasi tertentu. Itu bisa mengganggu dan akhirnya mati," tutur Sri.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Kesehatan Ikan
Selain kualitas air, kepadatan ikan juga menjadi faktor risiko. Jika melebihi standar, kepadatan tinggi dapat meningkatkan stres dan penyakit. Dalam kondisi wabah, Sri menyarankan pemisahan ikan yang masih hidup ke perairan dengan kualitas memenuhi baku mutu budi daya, disertai aerasi untuk mencukupi kebutuhan oksigen.
Perubahan suhu akibat hujan juga dapat menurunkan imunitas ikan. Ikan bersifat poikiloterm, yang berarti suhu tubuhnya bergantung pada lingkungan. Oleh karena itu, perubahan suhu yang tiba-tiba sangat berdampak pada kesehatan ikan.
Langkah Pemulihan Populasi Ikan Dewa
Pemulihan populasi ikan dewa, menurut Sri, sangat ditentukan oleh penanganan manusia. Dia merekomendasikan perbaikan manajemen kualitas air. Selain itu, ada saran soal peningkatan imunitas melalui pakan yang mengandung imunostimulan dari bahan alami yang berkhasiat untuk imunostimulasi dan fitoterapi.
"Harus ada manajemen kesehatan ikan. Airnya dikelola dengan baik dan imunitasnya ditingkatkan," ucapnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan populasi ikan dewa dapat pulih dan bertahan di habitat alaminya. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan dan keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.