
Harga minyak mentah dunia pada hari ini, Kamis (12/2/2026), mengalami kenaikan kecil. Hal ini terjadi karena fokus pasar lebih tertuju pada konflik antara Amerika Serikat dan Iran dibandingkan dengan tanda-tanda peningkatan pasokan minyak.
Menurut laporan dari Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) stabil di sekitar level US$65 per barel setelah naik lebih dari 1% dalam perdagangan kemarin. Untuk pengiriman bulan Maret, harga minyak WTI meningkat sebesar 0,4% menjadi US$64,90 per barel pada pukul 7.23 pagi waktu Singapura.
Di sisi lain, harga minyak Brent untuk kontrak April juga mengalami kenaikan sebesar 0,9% menjadi US$69,40 per barel pada penutupan perdagangan kemarin.
Terkait dengan situasi ketegangan di Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump menyampaikan isyarat bahwa ia ingin mencapai kesepakatan dengan Teheran. Pernyataan tersebut disampaikan setelah berlangsungnya pembicaraan mengenai kawasan tersebut dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Namun, pasar tetap khawatir akan potensi serangan militer yang bisa memengaruhi pasokan minyak global. Keadaan ini menunjukkan bahwa ketegangan politik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga minyak.
Sementara itu, persediaan minyak mentah di AS mengalami lonjakan sebesar 8,5 juta barel pada pekan lalu. Kenaikan ini membuat tingkat persediaan mencapai level tertinggi sejak Juni, menurut Badan Informasi Energi.
Pada sore hari ini, Badan Energi Internasional dijadwalkan merilis laporan prospek pasar bulanan. Laporan ini diperkirakan akan kembali menunjukkan adanya kelebihan pasokan global.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Minyak
-
Konflik geopolitik
Ketegangan antara AS dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga minyak. Pasar cenderung waspada terhadap potensi serangan militer yang dapat mengganggu pasokan minyak. -
Perkembangan politik
Pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang kemungkinan kesepakatan dengan Iran memberikan sedikit harapan bagi stabilitas pasar. Namun, kekhawatiran terhadap ancaman serangan tetap menjadi perhatian utama. -
Data persediaan minyak
Lonjakan persediaan minyak mentah di AS mencerminkan kelebihan pasokan. Hal ini bisa memengaruhi harga minyak secara umum, meskipun saat ini belum terlihat signifikan. -
Laporan pasar bulanan
Rilisan laporan dari Badan Energi Internasional akan menjadi acuan penting bagi investor dan analis. Isi laporan ini bisa memperkuat atau melemahkan tren harga minyak.
Proyeksi Pasar Minyak
Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor eksternal. Meski ada indikasi peningkatan pasokan, ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi harga.
Beberapa analis memprediksi bahwa harga minyak akan tetap bergerak dalam rentang sempit selama beberapa waktu ke depan. Namun, jika situasi di Timur Tengah memburuk, harga bisa mengalami kenaikan tajam.
Selain itu, kebijakan produksi dari negara-negara OPEC dan mitra mereka juga akan menjadi faktor penting. Kebijakan ini bisa memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan global.
Dengan perkembangan terbaru, pasar minyak tetap berada dalam kondisi yang sensitif. Investor dan pelaku pasar harus terus memantau perkembangan situasi politik serta data ekonomi yang berkaitan dengan sektor energi.