Mencetak Uang dari Makanan Beku Anak

Bang Hendra
0


Tidak semua orang bisa mengubah kekhawatiran akan kesehatan anak menjadi peluang bisnis. Namun, bagi Widati Wulandari, yang akrab disapa Wulan, hal itu menjadi kenyataan. Ia mendirikan D'Mamam, sebuah merek makanan beku (frozen food) khusus untuk anak-anak.

Sebelum terjun ke dunia usaha, Wulan adalah seorang pekerja di perusahaan multinasional. Selama masa kerjanya, ia sering membeli makanan sehat untuk buah hatinya. Hal ini menjadi awal mula ide untuk menciptakan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak-anak.

Pada tahun 2014, Wulan memutuskan untuk berbisnis. Awalnya, ia membuka usaha bubur bayi sehat. Modal awal berasal dari uang pesangon yang ia miliki. Namun, hasil yang diperoleh tidak optimal.

"Ketika saya terjun ke dunia usaha, pengalaman 10 tahun bekerja ternyata tidak cukup. Ada banyak perbedaan," kata Wulan dalam sebuah wawancara.

Kegagalan awal disebabkan oleh kesalahan segmentasi pasar. Namun, semangat kewirausahaannya tidak pernah padam. Pada 2015, ia melakukan pivot dengan meluncurkan D'Mamam 2.0, yang fokus pada makanan beku sehat tanpa penyedap rasa dan pengawet.

Modal awal hanya sekitar Rp 500.000. Karena minim, Wulan mengandalkan sistem pre order. Konsumen memesan, lalu ia langsung membuat produk tersebut.

Produk makanan beku sehat ini mulai menarik perhatian pasar. Permintaan meningkat, sehingga D'Mamam mulai mencari pendanaan eksternal. Salah satu sumber pendanaan yang dipilih adalah equity crowdfunding di LBS Urundana. Hasilnya, Wulan berhasil meraih suntikan modal hingga Rp 1,4 miliar dengan melepas 16% saham usahanya.

Dengan modal tersebut, D'Mamam berkembang dari industri rumahan menuju skala pabrik. Kini, operasionalnya berada di pabrik seluas 1.300 meter persegi di Bogor Barat. Kapasitas produksi mencapai 50 ton hingga 80 ton per bulan.

Wulan juga menerapkan standar kualitas yang ketat untuk produknya. Meski kapasitas besar, saat ini penyerapan pasar baru mencapai sekitar 15 ton per bulan, atau sekitar 20%-30% dari kapasitas produksi.

Untuk memperluas pasar, Wulan memanfaatkan kanal penjualan online. Saat ini, sekitar 80% penjualan dilakukan secara daring melalui marketplace dan gudang penghubung (hub).

Untuk distribusi ke luar Jabodetabek, ia memberdayakan basis pelanggannya sendiri. Hasilnya, D'Mamam telah menjangkau pasar Malaysia. Produknya tersedia di enam toko perlengkapan bayi di negeri jiran melalui pengiriman kargo.

Wulan berharap, produk D'Mamam dapat lebih luas lagi menjangkau pasar domestik. Dengan inovasi dan strategi pemasaran yang tepat, ia yakin bisnis ini akan terus berkembang.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default