Kasus Whoosh: Ini Alasan KPK Belum Naik ke Penyidikan

Bang Hendra
0

Proses Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini masih menjalani tahap penyelidikan terkait dugaan korupsi yang terjadi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Proyek ini berada di bawah naungan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Menurut pernyataan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, proses penyelidikan ini masih berlangsung dan belum naik ke tahap penyidikan. Ia menyampaikan hal tersebut kepada para jurnalis di Jakarta pada Selasa (5/5/2026).

Budi menjelaskan bahwa alasan penundaan peningkatan kasus tersebut ke tahap penyidikan hanya terkait dengan manajemen perkara. Ia menegaskan bahwa saat ini KPK sedang menghadapi banyak perkara yang sedang ditangani.

"Beberapa kegiatan penyelidikan tertutup atau tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK di sejumlah daerah dalam beberapa bulan terakhir juga menjadi faktor," ujarnya.

Meskipun demikian, Budi memastikan bahwa penyelidikan terkait proyek Whoosh tetap berjalan. Ia menambahkan bahwa tim penyelidik terus melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti.

Dugaan Mark Up Anggaran dalam Proyek Whoosh

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengungkapkan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuk penggelembungan anggaran atau mark up pada proyek Whoosh. Ia menyampaikan hal tersebut melalui video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, pada 14 Oktober 2025.

Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh mencapai 52 juta dolar Amerika Serikat. Namun, di China sendiri, hitungannya hanya berkisar antara 17-18 juta dolar AS. Angka ini meningkat tiga kali lipat.

"Siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. 17 juta dolar AS ya, dolar Amerika nih, bukan rupiah, per kilometer menjadi 52 juta dolar AS di Indonesia. Nah itu mark up. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini," kata Mahfud MD.

Respons KPK terhadap Pernyataan Mahfud MD

Pada 16 Oktober 2025, KPK mengimbau Mahfud MD untuk membuat laporan mengenai dugaan korupsi dalam proyek Whoosh. Setelah itu, Mahfud MD dan KPK saling merespons mengenai isu tersebut.

Pada 26 Oktober 2025, Mahfud MD menyatakan siap dipanggil KPK untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi tersebut. Sementara itu, KPK pada 27 Oktober 2025 mengumumkan bahwa dugaan korupsi terkait Whoosh sudah naik ke tahap penyelidikan sejak awal 2025.

Proses Penyelidikan yang Terus Berjalan

Selama proses penyelidikan, tim KPK terus melakukan pemeriksaan dan pengumpulan data. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua informasi yang diperoleh dapat digunakan sebagai dasar dalam penyidikan lebih lanjut.

Proses ini juga melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga pemerintah dan pihak swasta yang terlibat dalam proyek tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk mengungkap fakta-fakta yang mungkin tersembunyi dan memastikan keadilan serta transparansi dalam pengelolaan proyek besar seperti Whoosh.

Dengan terus berjalannya penyelidikan, masyarakat dapat berharap adanya kejelasan dan kepastian hukum terkait dugaan korupsi yang terjadi dalam proyek tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default