
BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) SI Kerakyatan Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Gedung DPRD Sumut, Senin (4/5/2026). Massa aksi datang dengan membawa spanduk dan menyuarakan kritik terhadap kebijakan tersebut.
Penolakan terhadap Program MBG
Koordinator aksi, Ilham Syah Putra, mengecam program MBG dan mendesak Prabowo Subianto untuk mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ia menilai program tersebut tidak tepat sasaran dan pengelolaan anggarannya dinilai tidak efisien, dan anggarannya diambil dari sektor pendidikan.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dan lancar dengan pengawalan puluhan personel kepolisian. Massa secara bergantian menyampaikan orasi di depan gedung dewan. Perwakilan massa kemudian diterima oleh Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menolak program MBG serta mendesak pemberlakuan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Aksi mereka diterima Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, yang berjanji akan menyikapi aspirasi peserta aksi. Dalam orasinya, massa aksi juga menyuarakan penolakan keras terhadap keberlanjutan program MBG yang dinilai belum memiliki konsep yang matang serta berpotensi membebani keuangan negara. Mereka menilai program tersebut seharusnya dikaji ulang secara menyeluruh sebelum dijalankan secara luas.
Tuntutan Terhadap Kepemimpinan BGN
Selain itu, massa menuding kepemimpinan di Badan Gizi Nasional tidak berjalan optimal. Dalam tuntutannya, mereka menyebut Dadan Hindayana tidak layak menjabat karena dinilai bukan berasal dari latar belakang ahli gizi, sehingga dianggap tidak memiliki kompetensi yang sesuai untuk memimpin lembaga tersebut.
Tak hanya itu, massa juga menyoroti dugaan alokasi anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran, termasuk isu pengadaan kendaraan operasional. Mereka meminta pemerintah untuk membuka secara transparan penggunaan anggaran program MBG agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Proses Demonstrasi yang Tertib
Setelah menyampaikan aspirasi dan mendengarkan tanggapan dari pimpinan dewan, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Aksi ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih aktif dalam menyampaikan pendapat dan mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Beberapa poin penting yang disampaikan oleh para peserta aksi meliputi:
- Penolakan terhadap program MBG karena dinilai tidak efektif dan tidak memiliki dasar yang kuat
- Desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut sebelum diperluas
- Persyaratan adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran program MBG
- Permintaan untuk mengganti kepemimpinan di BGN karena dinilai tidak kompeten
Demonstrasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana generasi muda masih peduli terhadap kebijakan pemerintah dan siap memberikan masukan jika dianggap tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat.