Eks Polisi Anton Kurniawan Tewas Karena Mogok Makan Setelah Gagal Kabur dari Lapas

Bang Hendra
0

Kematian Eks Polisi yang Gagal Kabur dari Lapas

Eks polisi Brigadir Anton Kurniawan meninggal mendadak setelah gagal kabur dari Lapas Kelas II A Palangka Raya. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena keterlibatan Anton dalam kasus penembakan yang mengakibatkan hukuman seumur hidup.

Peristiwa Kematian yang Mencengangkan

Anton ditemukan meninggal dunia di sel isolasi pada Lapas Kelas II A Palangka Raya, Minggu (31/5/2026). Sebelumnya, ia sempat mogok makan selama berhari-hari. Petugas jaga menemukannya dalam keadaan tidak sadar sekira pukul 23.35 WIB.

Menurut informasi awal, penyebab kematian Anton adalah gagal jantung, bukan karena percobaan bunuh diri. Meski begitu, keluarga dan pihak terkait tetap mempertanyakan kondisi dan pengawasan selama Anton menjalani hukumannya.

Pengakuan Kerabat dan Pihak Lapas

Kerabat Anton dari Wonosobo, Sugi, mengungkapkan bahwa Anton sempat menghubungi keluarga beberapa hari sebelum meninggal. "Pagi harinya dia menghubungi keluarga," ujar Sugi saat ditemui di RS Bhayangkara, Minggu (31/5/2026).

Sugi juga menyatakan bahwa Anton tidak pernah mengeluh sakit atau mengalami kekerasan selama berada di lapas. Hal ini memberikan gambaran bahwa kondisi kesehatan Anton mungkin memburuk secara tiba-tiba.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Kalteng, Murdiana, mengungkapkan bahwa Anton tidak pernah melakukan upaya menyakiti diri. Namun, ia menolak makan selama beberapa hari sebelum ditemukan meninggal. Murdiana menegaskan bahwa pihak lapas telah berupaya memenuhi kebutuhan dasar Anton, termasuk makan dan minum.

Kasus yang Menjerat Anton

Sebagai informasi, Anton merupakan mantan anggota polisi yang dihukum penjara seumur hidup dalam kasus penembakan sopir ekspedisi pada November 2024 lalu. Saat itu, Anton yang masih tercatat sebagai personel Polresta Palangka Raya menembak sopir ekspedisi asal Kalsel, Budiman Arisandi.

Kasus kematian Anton di Lapas Kelas II A Palangka Raya menjadi perhatian publik. Pasalnya, ia juga sempat mencoba melarikan diri satu minggu sebelum ditemukan tak berdaya tepatnya Sabtu (23/5/2026) lalu.

Investigasi Dilakukan

Saat ini, pihak Ditjenpas Kalteng sudah membentuk tim investigasi guna untuk memastikan apakah ada kelalaian atau kesalahan prosedur dalam kasus kematian Anton.

Aktivitas Sebelum Kematian

Sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Anton diketahui masih menjalankan aktivitas rutinnya di lingkungan lapas pada sore hari. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, mengatakan bahwa Anton sempat terlihat beraktivitas di dalam kamar huniannya dengan pengawasan petugas.

"Masih beraktivitas di kamar sel, sempat mandi, dan makan dengan pengawasan petugas,” jelasnya.

Menurut Putu, situasi berubah saat petugas melakukan pemeriksaan rutin pada malam hari sekitar pukul 20.35 WIB. Ketika petugas memanggil nama narapidana dari luar kamar, Anton tidak memberikan jawaban.

Kondisi tersebut membuat petugas jaga melakukan pengecekan langsung bersama perwira piket dan petugas blok. Saat berada di dalam kamar, petugas mendapati Anton dalam keadaan lemas. Meskipun demikian, ia masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Dilakukan pengecekan bersama perwira piket dan komandan jaga, yang bersangkutan terlihat lemas dan masih bernapas, namun beberapa saat kemudian sudah tidak bernapas,” kata Putu.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default